Kinerja Shin Tae-yong Diharapkan Segera Dievaluasi

Pesepak bola Timnas Indonesia Fachruddin Aryanto (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Timnas Malaysia Muhammad Hadi Fayyadh (kanan) dalam laga perebutan medali perunggu sepak bola SEA Games XXXI, Hanoi, Vietnam 2021 di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, Minggu (22/5/2022). PSSI diharapkan segera melakukan evaluasi terhadap seluruh komponen Timnas pasca SEA Games 2021. (Foto/Antara/Aditya Pradana Putra)

KBRN, Jakarta: Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) perlu melakukan evaluasi tehadap kinerja Pelatih Kepala Timnas Indonesia Shin Tae-yong akibat prestasi yang tidak memuaskan selama dua tahun menjabat.

Kegagalan skuad Garuda di SEA Games XXXI, Hanoi, Vietnam 2021 mengharuskan PSSI sebagai induk olahraga sepakbola tanah air mengambil langkah cepat dengan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap seluruh komponen Timnas.

"Meski meraih medali perunggu banyak yang harus dievaluasi dari penampilan tim arahan Shin Tae-yong," ujar Pengamat Sepakbola Indonesia Akmal Marhali kepada RRI.co.id, Senin (23/5/2022). 

Hal yang perlu dievaluasi, menurutnya, setelah lebih dari 2 tahun menangani skuad Garuda belum kelihatan filosofi dan karakter permainan yang ingin dikembangkan Shin Tae-yong. Terlalu banyak tim yang dipegang Shin Tae-yong sehingga kurang maksimal baik dari sisi persiapan maupun pengenalan karakter pemain.

"Harus ada skala prioritas yang ditetapkan buat Shin Tae-yong agar bisa fokus terhadap target yang dicanangkan," tambahnya. 

Disisi lain dikatakannya, manajemen timnas juga harus jeli dan cerdas dalam komunikasi dengan klub agar kasus tak datangnya Elkan Baggott di Sea Games tidak terulang. 

"Perlu segera ada penyamaan visi dan misi antara Shin Tae-yong dengan para pelatih di level klub agar program pengembangan teknik, fisik, dan psikologi pemain dapat seiring sejalan," saran Akmal.

Untuk diketahui, Timnas Indonesia akhirnya meraih medali perunggu SEA Games XXXI, Hanoi, Vietnam 2021. Hasil itu diraih setelah menang 4-3 via adu penalti melawan Malaysia di Stadion Internasional My Dinh, Vietnam.

Setelah bermain imbang 1-1 selama 90 menit. Garuda Nusantara unggul lebih dulu melalui gol Ronaldo Kwateh menit 69 sebelum disamakan Muhammad Hadi Fayyadh pada menit 81. 

Dalam adu penalti eksekutor pertama Asnawi Mangkualam gagal setelah tendangannya membentur tiang gawang. Empat eksekutor lainnya Muhammad Ridwan, Marselino Ferdinan, Saddil Ramdani dan Marc Klok sukses.

Sementara dua eksekutor skuad Harimau Malaya Muhamamad Hadi Fayyadh dan Luqman Hakim tendangannya mampu diamankan penjaga gawang Indonesia Ernando Ari Sutaryadi yang layak disebut sebagai pahlawan drama adu penalti. Malaysia hanya sukses memasukan satu gol lewat Muhammad Hairiey Hakim.

Keberhasilan ini menebus dua kali kekalahan Timnas atas Harimau Malaysia di perebutan medali perunggu pada SEA Games 1985 dan 2005 dengan skor 0-1.

Ini menjadi perunggu kelima bagi Indonesia di SEA Games setelah 1981, 1989, 1999,  dan 2017. Indonesia pernah lima kali gagal meraih medali perunggu pada 1977, 1985, 1993, 2001, 2005, dan 2015. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar