Garuda Muda Tundukkan Malaysia, Perunggu di Tangan

Pemain Indonesia nomor punggung enam Mack Anthony Klok (kanan) berlari gembira, yang menjadi kunci kemenangan skuad Garuda atas Harimau Muda Malaya, Malaysia, dalam drama adu penalti 4-3 sepak bola SEA Games. (Foto: RRI/ Danang Sundoro)
Penyerang Indonesia bernomor punggung 9, Ronaldo, saat melancarkan serangan yang dibayangi para pemain Malaysia, (Foto: NOC Indonesia)

KBRN, Hanoi: Indonesia akhirnya pulang dengan membawa medali perunggu dari sepak bola setelah Tim Garuda Muda berhasil menundukkan Malaysia melalui drama adu pinalti 4-3 (1-1).

Tendangan Marc Kloc dari titik putih ke arah kanan  gawang yang tidak bisa dibendung penjaga gawang Muhammad Rahadiazli bin Rahalim menjadi penentu kemenangan Indonesia pada pertandingan yang berlangsung di My Dinh Stadium, Hanoi, Minggu (22/5/2022).

Pertandingan agresif yang ditunjukkan kedua tim sejak menit awal hanya menghasilkan sejumlah peluang namun tidak membuahkan satu gol pun. Hingga turun minum skor bertahan imbang.

Pada babak kedua, memasuki menit 68, pemain depan bernomor punggung 9, Ronaldo, menjawab kebuntuan barisan depan Timnas Indonesia.

Diawali dari pergerakan Marselino Ferdinan yang dibayang-bayangi dua pemain belakang Malaysia, Marselino memacu diri dan mampu melepaskan diri dari penjagaan mereka.

Umpan terobosan Marselino Ferdinan ditangkap dengan tenang pemain bernomor punggung 9 berambut gimbal ini dan menendangkan bola ke arah gawang Malaysia. Sang kiper Muhammad Rahadiazli Bin Rahmalim sempat maju untuk menghalau bola. Sayangnya, bola justru merobek jala gawangnya sendiri.

Serangan tim Indonesia dan Malaysia semakin gencar setelah Malaysia tertinggal dari Indonesia 0-1 dalam lanjutan perebutan perunggu sepak bola SEA Games. Malaysia bahkan semakin bersemangat mengejar ketertinggalan itu.

Terbukti saat pertandingan memasuki menit 80, Malaysia mampu membalas ketertinggalannya melalui gol pemain nomor punggung 9, Muhammad Hadi Fayyadh Bin Abdul Razak. Hasil ini membuat skor imbang 1-1 dan bertahan hingga peluit panjang.

Pertandingan akhirmya harus diakhiri dengan adu penalti, untuk menentukan siapa yang layak menjadi pemenang.

Hadi Fayyadh tampil sebagai eksekutor pertama tetapi tembakannya bisa dibaca oleh Ernando. Asnawi yang diharapkan dapat mengungguli keadaan justru gagal karena tendangannya membentur mistar gawang.

Di kesempatan kedua, Muhammad Hairiey mencetak gol meski tendangannya mampu dibaca Ernando dan membawa Malaysia unggul sementara 1-0 dalam adu penalti. Namun, Ridwan menyamakan kedudukan setelah tendangannya sukses diceploskan ke arah kiri gawang Malaysia.

Ernando membalikkan keadaan setelah menggagalkan tendangan penalti Luqman Hakim. Sementara Marselino melaksanakan tugas dengan baik untuk membawa Indonesia unggul 2-1.

Malaysia sempat menyamakan kedudukan menjadi 2-2 lewat tendangan Harith Haiqal. Tetapi Saddil Ramdani membawa Indonesia unggul 3-2 lewat eksekusi penalti yang mulus. Kemenangan tim Garuda Muda ditentukan oleh tendangan penalti Marc Klok yang menutup pertandingan dengan skor 4-3.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar