Menpora: Perjuangan Belum Berakhir, Selanjutnya Olimpiade

Menpora, Zainudin Amali (tengah), didampingi CdM Indonesia SEA Games Vietnam Ferry Kono (kiri) dan Atal Depari (kanan), diwawancarai sejumlah media di Hanoi.(Foto: RRI/Danang Sundoro)

KBRN, Hanoi: Perjuangan para atlet Indonesia masih terus berlanjut di arena SEA Games ke-31 di Hanoi, Vietnam. Posisi Indonesia sempat turun naik, dari  posisi keempat, kelima, bahkan sempat merasakan tiga besar dalam perolehan medali sementara SEA Games 2021.

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menilai hasil pencapaian medali para atlet, sementara waktu dalam klasemen yang terus berubah jelang tiga hari penutupan SEA Games 2021 Vietnam, sudah sesuai harapan.

Hal itu karena, pada SEA Games ke-31 ini, Indonesia mulai menerapkan paradigma baru tentang pembinaan prestasi olahraga melalui Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang dipayungi hukum Peraturan Presiden (Perpres) 86 Tahun 2021.

“Pada saat SEA Games XXX di Filipina itu kan DBON-nya belum lahir. Sehingga cabang-cabang olahraga yang dikirim itu tidak melalui seleksi yang ketat oleh tim review. Nah, sekarang ini cabang-cabang olahraga benar-benar diseleksi oleh tim review yang terdiri dari akademisi, praktisi, KONI dan KOI. Kita lihat hasilnya (perolehan medali) karena atlet-atlet yang dikirim adalah atlet yang sudah terseleksi dan direkomendasi oleh tim review, maka hasilnya pun tidak terlalu jauh dari perkiraan,” kata Menpora Amali saat wawancara bersama reporter RRI, Danang Sundoro dari Vietnam, Jumat (20/5/2022).

 Indonesia sempat berada di posisi ketiga klasemen perolehan sementara medali SEA Games. (Foto: Istimewa/RRI)

Pekerjaan rumah yang terbesar dari SEA Games ke depan adalah minimal seluruh cabang olahraga yang masuk di dalam DBON, dapat tampil di olimpiade. Olimpiade Paris 2024 yang kualifikasinya akan segera dilakukan, menjadi target terdekat. Dengan demikian, Zainudin Amali berharap SEA Games 2021 ini menjadi ajang pemanasan menuju Olimpiade.

“SEA Games ini kita jadikan sebagai sasaran antara saja. Namun demikian, karena atlet-atlet yang berangkat ke Olimpiade persyaratannya harus seleksi. Maka kita harapkan ini menjadi ajang mereka untuk mempersiapkan diri untuk bisa ke kualifikasi Olimpiade Paris 2024,” harap Menpora.

"Sejak lahir DBON, SEA Games kita tempatkan sebagai sasaran antara saja. Memang ini butuh bersabar untuk melihat hasilnya. Saya memahami bahwa ada sebagian dari kita menginginkan hasil yang instan. Tidak bisa, teorinya untuk menghasilkan prestasi seorang itu butuh waktu 10.000 jam atau 10 tahun untuk dia bisa ke tingkat elit,” lanjutnya.

Menpora Zainudin Amali (kiri) saat wawancara bersama Reporter RRI Danang Sundoro, langsung dari Hanoi. (Foto: RRI/Danang Sundoro)

Oleh karenanya, direncanakan pada Juli 2022 nanti, Kemenpora melalui 10 sentra olahraga akan mulai merekrut siswa kelas 1 SMP dan akan difokuskan untuk melakukan latihan sesuai cabor DBON.

“Jangan berharap hasil jangka pendek, selama ini kita membina, mendapatkan hasil by accident, sekarang kita rubah, harus by design, prestasi harus dipabrik. Tidak ada prestasi yang dihasilkan dengan cara cara instan,” tutup Menpora saat berdialog secara eklusif kepada RRI di Hanoi.

Wawancara selengkapnya dapat Anda simak berikut ini:

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar