Kecewa di-Vietnam, PB-IPSI Bertekad Rebut Juara Dunia

Pesilat Indonesia Ronaldo Neno (merah-kanan), menyerang ke arah pesilat Vietnam Nguyen Duy Tuyen (biru-kiri), pada laga final kelas H 80-85 Kg Putra, cabang olahraga Pencak Silat SEA Games Hanoi, Vietnam, Senin (16/5/2022). (Foto: RRI/Danang Sundoro)

KBRN, Hanoi: Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) bertekad menyiapkan diri untuk menang pada kejuaraan dunia di Malaka, Malaysia, Juli 2022.  

Wakil Sekjen PB IPSI Bayu Syahjohan menyatakan, persiapan tersebut dilakukan meskipun saat ini dalam suasana kekecewaan atas hasil perjuangan para pesilat merah putih tersebut hanya mengoleksi 1 emas, 5 perak, dan 3 perunggu di Bac Tu Liem Gymnasium, Hanoi, Vietnam.

"Kami kecewa karena ada wasit juri merugikan para pesilat kami, tapi kami tetap optimis bertekad menyiapkan diri untuk mengikuti piala dunia mendatang," kata Wakil Sekjen PB IPSI Bayu Syahjohan saat ditemui RRI usai bertanding di hari terakhir pencak silat SEA Games di Hanoi, Senin (16/5/2022) malam.

Bayu menyatakan, kejuaraan dunia menjadi gengsi bagi Indonesia untuk meraih gelar juara umum, mengingat 'kampanye' PB IPSI adalah membawa beladiri asli tanah air ini menuju Olimpiade.

"Indonesia berkekuatan 75 persen para pesilat muda yang siap mengukir prestasi di piala dunia," kata Bayu.

Sementara itu, Bayu menjelaskan, terkait kekecewaan pada hasil perjuangan di SEA Games.

Perihal ini, lanjutnya, perjuangan dari para pendekar silat tanah air untuk dapat memenuhi target awal 4 emas pada 11-16 Mei 2022, harus mendapat tantangan berat dari para dewan juri yang memberikan penilaian saat menetapkan hasil akhir pertandingan pencak silat SEA Games ke-31.

"Contoh pada hari terakhir, di kategori tanding, kita menempatkan tiga nomor final yang diikuti pesilat-pesilat Indonesia. Akan tetapi, yang kita nilai adalah kesiapan tim sudah cukup, pesilat juga sudah mapan, tetapi sayangnya ada wasit juri yang merugikan pesilat-pesilat Indonesia," kata Bayu.

"Ini bukan arti kata mencari pembenaran," tegasnya.

Sekadar informasi, secara umum satu-satunya emas Indonesia dipersembahkan melalui ganda putri pasangan Riska Hermawan/Ririn Rinasih mengalahkan pasangan wakil Vietnam, Nguyen Thi Thu Ha/Nguyen Thi Huyen yang hanya meraih skor 9.925.

Perolehan medali keseluruhan Pencak Silat SEA Games ke-31. (Foto: Istimewa/RRI)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar