Kim Kurniawan Absen Pasca Operasi Dislokasi Bahu

Pemain PSS Sleman Kim Kurniawan saat tampil musim lalu di Stadion Stadion Kapten I Wayan Dipta. Musim ini Kim harus absen beberapa minggu pasca operasi dislokasi Bahunya. (Foto: Istimewa/PSS)

KBRN, Jakarta: Pemain tengah PSS Sleman, Kim Kurniawan belum bisa ikut berlatih bersama rekan-rekannya jelang musim depan. Pasalnya pemain kelahiran Jerman itu tengah melakukan pemulihan cederanya usai operasi dislokasi bahunya dua pekan lalu di Jakarta.

“Puji syukur saya telah menjalani operasi bahu karena terjadi dislokasi pada bahu saya. Kejadian pertama dislokasi pada saat putaran pertama Liga 1 2021/22 ketika melawan Persik Kediri di Bandung,” ujar Kim seperti dikutip RRI.co.id dari laman resmi PSS, Selasa (17/5/2022). 

Pemain yang identik dengan nomor punggung 23 ini juga menjelaskan, kejadian dislokasi keduanya terjadi dalam rentang waktu panjang dari kejadian pertama. Berdasarkan hasil pemeriksaan terdapat sobek diligames bahu sehingga perlu dilakukan operasi. 

“Terjadi lagi dislokasi beberapa minggu dari kejadian pertama. Setelah melalui proses pemeriksaan terdapat robek di ligamen bahu. Jadi untuk operasinya kemarin dijahit kembali pada robekan tersebut,” tambahnya. 

Operasi dislokasi sebenarnya bisa dilakukan pada pertengahan musim lalu. Namun hal tersebut tidak dijalankan Kim, karena dirinya berkomitmen membantu tim dan bersikap profesional sehingga membuatnya tetap bermain.

Kim juga menjelaskan, operasi yang ia lakukan usai berakhirnya Liga 1 merupakan kesepakatan dirinya dengan manajemen PSS Sleman.

"Jeda waktunya panjang sampai musim berikutnya mulai. Jadi, saya bisa menggunakan waktu tersebut untuk penyembuhan,” ungkap Kim. 

Mengenai kondisi terkini, Kim memastikan, dirinya masih akan absen untuk beberapa minggu awal di pra-musim ini. Ia pun berharap proses penyembuhan dan fisioterapinya berjalan lancar.

"Satu hingga dua bulan fokus pada penyembuhan jahitan di ligamen sekaligus memulai latihan penguatan. Setelah itu mulai latihan individu karena secara medis belum boleh latihan body contact secara langsung,” pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar