MotoGP Mandalika, Pemerintah Kebut Pemenuhan Kekurangan Penginapan 

Foto udara dari Pertamina Mandalika International Street Circuit alias Sirkuit Mandalika. Gambar diambil pada 17 November 2021. Tampak dalam gambar, areal permukiman yang masih ada di tengah sirkuit. (AFP/BAY ISMOYO).jpg

KBRN, Jakarta: Deputi I Kepala Staf Kepresidenan RI, Febry Calvin Tetelepta mengatakan, pemerintah akan mendatangkan kapal-kapal pinisi dan kapal Pelni untuk dijadikan hotel terapung, guna memenuhi kekurangan hunian menjelang ajang balap internasional MotoGP di sirkuit Mandalika, 18-20 Maret 2022 mendatang.

"Kapasitas hotel yang tersedia di Lombok hanya 16 ribu . Sehingga pemerintah akan menambah jumlah hunian sesuai dengan tiket yang dijual yakni kurang lebih 63.500 tiket dengan mendatangkan kapal-kapal pinisi dan kapal Pelni untuk dijadikan hotel terapung," kata Febry, dalam siaran pers yang diterima, Selasa (18/1/2022). 

Ia menambahkan, pemerintah juga akan memaksimalkan homestay yang dikelola oleh warga serta Pembangunan Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta) Khusus, yang berada di kawasan Mandalika dan Tiga Gili di Lombok Utara. 

Selain itu, tambah febry, juga disediakan bumi perkemahan (camping ground) dan glamping (kemah mewah). 

"Ini sebuah kebijakan yang sangat serius yang dipakai pemerintah untuk menjawab tingginya antusias para penonton dengan menyediakan hunian yang  baik," sebutnya.

Febry memastikan, permasalahan hunian bagi wisatawan atau penonton MotoGP Mandalika akan teratasi dengan baik. 

Hal itu, mengingat kerjasama antara pemerintah pusat, BUMN dan pemerintah provinsi selama ini sudah berjalan sesuai arahan Presiden Joko Widodo. 

"Kami yakin masalah hunian akan teratasi," tegasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar