Sandi Tolak Ancaman Pembatalan MotoGP oleh Dorna

Menparekraf Sandiaga Uno menolak dengan tegas ancaman pembatalan MotoGP oleh Dorna Sports. Dalam Weekly Press Briefing, Senin (17/01/2022) Sandi mengatakan, pemberlakuan karantina menjadi suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh seluruh pelaku perjalanan luar negeri. Sandi mengatakan, pemberlakuan travel bubble bukan hanya diterapkan untuk crew, official, dan pembalap MotoGP saja, karena juga untuk seluruh tamu negara-negara asing G20. Foto : Youtube Kemenparekraf

KBRN, Jakarta: Ancaman Otoritas Dorna Sports akan membatalkan MotoGP di Mandalika Indonesia mendapat tanggapan pemerintah Indonesia. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menolak dengan tegas ancaman tersebut.

Menurutnya, pemberlakuan karantina menjadi suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh seluruh pelaku perjalanan luar negeri. Sandi mengatakan, pemberlakuan travel bubble bukan hanya diterapkan untuk crew, official, dan pembalap MotoGP saja, karena juga untuk seluruh tamu negara-negara asing G20. 

"Yang sekarang dikembangkan adalah travel bubble. Dan skema ini diterapkan secara menyeluruh, yang ada pada periode karantina berlaku untuk crew, pembalap, dan official motoGP," jelas Sandi dalam keterangan weekly press briefing di kantornya, Senin (17/01/2022). 

Sandi menyebut, skema tarvel dalam hal penanggulangan pandemi Covid-19 sudah sangat pas dan tepat.

"Kami meyakini ini adalah skema yang tepat," timpal Sandi.

Bahkan Sandi berujar, skema travel bubble juga tentu akan diterapkan untuk seluruh tamu undangan yang akan hadir di seluruh acara G20 di Indonesia.  

"Dan untuk G20 sudah diuji cobakan di bulan Desember," ungkap Sandi.

Menurut Sandi, skema travel bubble ini menjadi sangat efektif untuk menangani pandemi Covid-19 di Indonesia, khususnya dalam menangani kedatangan pelaku perjalanan luar negeri ke Indonesia. 

"Sistem bubble ini akan mampu untuk meningkatkan efektivitas penanganan Covid-19 dan memfasilitasi agar kegiatan kita juga memiliki fleksibilitas dari segi pelaksanaan," tandasnya. 

Sebelumnya, bos MotoGP, yang juga CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta menanggapi drama Novak Djokovic di Australia Open. Carmelo Ezpeleta, mengatakan bahwa ia bisa saja membatalkan balapan MotoGP di suatu negara jika mewajibkan menjalani karantina.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar