Pandemi, Tour de Sabang Tanpa Pebalap Internasional

Event bertaraf internasional, Tour de Sabang 2021 diikuti oleh ratusan pebalap. Namun sejumlah pebalap dari luar negeri memilih mundur pada ajang ini karena terhalang kondisi pandemi Covid-19. (Dok. RRI)

KBRN, Sabang: Event bertaraf internasional, Tour de Sabang 2021 diikuti oleh ratusan pebalap.

Namun sejumlah pebalap dari luar negeri memilih mundur pada ajang ini karena terhalang kondisi pandemi Covid-19. 

"Pelaksanaan Tour de Sabang 2021 ini sebagai upaya dalam menghadirkan event olahraga bertaraf Internasional di Aceh. Walaupun dalam pelaksanaan masih di luar target yang kita inginkan, karena kondisi pandemi Covid-19, jadi peserta dari luar negeri terbatas untuk datang," kata Ketua Umum (Ketum) Pengprov Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Aceh (ISSI) Aceh, Darwati A Gani, dalam keterangan resmi yang diterima RRI.co.id, Minggu (28/11/2021). 

Darwati menyebutkan alasan mengapa pebalap internasional memilih mundur di Tour de Sabang 2021.

Menurutnya, peserta yang diizinkan datang hanya dari Bandara Ngurah Rai Bali.

Namun, bagi turis jika ingin datang dan ikut sebagai peserta harus melakukan isolasi mandiri terlebih dahulu. 

"Kalau datang sebagai turis harus isolasi dulu, jadi banyak cancel peserta yang dari luar negeri, jadinya yang ikut hanya dari Aceh dan luar Aceh," ujarnya. 

Darwati mengungkapkan, meskipun event Tour de Sabang perdana digelar di Aceh, namun event tersebut dapat menjadi agenda tahunan.

Darwati juga menuturkan, event tersebut selain untuk olahraga, juga untuk memberdayakan ekonomi di kota Sabang serta mendongkrak pariwisata Aceh khususnya di kota Sabang. 

"Jadi selain bertanding, pesepeda juga dapat menikmati keindahan alam Sabang, dengan diving, dan jalan-jalan ke tempat wisata lainnya. Hal ini juga untuk meningkatkan perekonomian Sabang," ungkap Darwati. 

Melalui event tersebut, Darwati berharap dapat memunculkan atlet-atlet baru nantinya guna upaya peningkatan prestasi cabor balap sepeda.

Karena, lanjut Darwati, event tersebut merupakan bagian dari upaya berbenah dalam rangka persiapan tuan rumah PON XXI Tahun 2024 di Aceh.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, event ajang balap sepeda Tour de Sabang yang berlangsung selama  dua hari  mulai tanggal 26-28 November itu digelar di Kota Sabang, Aceh,. 

Ajang ini diawali dengan pelepasan peserta Mountain Bike (MTB) sebanyak 51 peserta dari Aceh pada Jumat, 26 November 2021. 

Sedangkan di hari kedua, pada 27 November 2021, pelepasan di serkel pertama peserta Road Bike sebanyak 53 peserta dari Aceh dan luar Provinsi Aceh, kedua pelepasan tersebut dengan rute start-finish di Sabang Fair. 

Event ini akan masuk dalam agenda Internasional.

Sementara khusus Road Bike telah masuk dalam kalender UCI Gran Fondo. 

Event Tour de Sabang adalah event yang terdaftar di PBSI Indonesia, dimana pada kegiatan tersebut sudah ada di kalender olahraga UCI Gran Fondo, sehingga kegiatan tersebut dapat dikategorikan kegiatan Internasional untuk kegiatan sepeda 2021. 

"Gran Fondo itu seperti bisa dikatakan sebuah tempat yang mengesahkan tentang pelaksanaan persepedaan yang diakui oleh Indonesia dan luar negeri. Jadi ini bisa dikategorikan seperti FiFA di sepak bola, tapi di olahraga sepeda ini namanya UCI. Oleh karena itu, kegiatan kita ini terdaftar di situ. Sehingga, dapat dibilang kegiatan ini akan sangat berpengaruh kepada prestasi pesepeda baik yang di Aceh maupun yang di Indonesia," jelas Darwati. 

Event Tour de Sabang merupakan program Pemerintah Aceh dalam rangka pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga, khususnya “Balap Sepeda” yang merupakan impian dan urai kerja Pengprov Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Aceh. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar