Beda Kualitas, Lebanon Taklukkan Timnas Basket Indonesia

Tim Nasional (Timnas) Bola Basket Indonesia harus mengakui keunggulan tuan rumah Lebanon dalam partai perdana grup C Kualifikasi Piala Dunia FIBA (FIBA World Cup) 2023. Timnas Indonesia dipaksa tunduk dengan skor 96 – 38 dalam laga yang berlangsung di Zouk Mikael Arena, Keserwan Jbel, Lebanon, Sabtu (27/11/2021). (Dok. Perbasi)

KBRN, Jakarta: Tim Nasional (Timnas) Bola Basket Indonesia harus mengakui keunggulan tuan rumah Lebanon dalam partai perdana grup C Kualifikasi Piala Dunia FIBA (FIBA World Cup) 2023.

Timnas Indonesia dipaksa tunduk dengan skor 96 – 38 dalam laga yang berlangsung di Zouk Mikael Arena, Keserwan Jbel, Lebanon, Sabtu (27/11/2021).

Sejak kuarter pertama berlangsung, tuan rumah mendominasi permainan dan memenangkannya dengan skor 19-10.

Agresifitas Lebanon kembali berlanjut di kuater kedua dengan unggul jauh 46-22 atas Indonesia.

Pada kuater ketiga, permainan Pasukan Garuda tak mampu berkembang, hingga Lebanon semakin unggul dan memimpin dengan 75-31.

Akhirnya di kuarter keempat, Indonesia semakin terpuruk dengan hanya mampu mencetak 5 poin.

Lebanon pun menutup pertandingan perdana ini dengan kemenangan 96-38.

Pelatih Kepala Timnas Bola Basket Indonesia, Rajko Toroman, dalam keterangannya kepada media usai pertandingan, menyebutkan, anak asuhnya tak memiliki banyak peluang dalam pertandingan perdana mereka.

Lawan yang dihadapi memiliki kemampuan di atas para pemain Timnas Indonesia dan mampu menutup semua pergerakan Timnas Garuda.

“Kami tidak mampu mencetak banyak skor, mereka sangat kuat dan kami tidak mampu berbuat banyak,” ujar Rajko Toroman, seperti dikutip RRI.co.id, Sabtu (27/11/2021).

Secara statistik dalam laga ini, rebounds yang dibuat oleh Lebanon 59 berbanding cukup jauh dari Indonesia yang hanya meraih 38.

Hal ini termasuk assist Lebanon yang mencapai 19 sementara Indonesia hanya tercatat 5 kali.

Sementara steals berjarak cukup tipis untuk keunggulan Lebanon 8 – 6.

Keunggulan statistik ini pun disebut Toro sebagai salah satu kekalahan terbesar yang dialaminya.

“Saya pikir kami hanya mendapat lima asist, ini adalah kesempatan paling kecil yang tercatat sepanjang karir kepelatihan saya selama 33 tahun,” ungkap pelatih yang akrab disapa Coach Toro.

Kekalahan ini bagi Toroman adalah masih sulit dicerna.

Meski demikian, bagi pelatih asal Serbia ini tidak ada acara lain selain belajar melupakan hasilnya dan memperbaiki kesalahan dan kekurangan yang dimiliki untuk tampil lebih baik di pertandingan selanjutnya.

“Ini adalah hasil yang sangat mengecewakan dan memalukan bagi kami. Kami akan mencoba melupakan pertandingan ini dan berusaha lebih kompetitif pada pertandingan berikutnya,” tutup Toro.

Kesenjangan kualitas permainan ini juga diakui oleh pelatih Timnas Lebanon, Joe Moujaes.

Menurut Moujaes, level permainan anak asuhnya berbeda jauh di atas Indonesia.

“Secara teknik pertandingan ini memang tidak seimbang, jadi kami memohon maaf kepada Tim Nasional Indonesia. Level permainan kedua tim memang jauh, kami bisa mendominasi semua aspek pertandingan,” ucap Joe Moujaes.

Indonesia akan kembali bertemu Lebanon pada 29 November 2021 dini hari atau Minggu malam waktu lokal.

Laga ini juga akan digelar di Zouk Mikael Arena, dimana nantinya giliran Indonesia yang akan menjadi tuan rumah.

Seharusnya, laga tandang kandang ini dilaksanakan di kedua negara.

Namun karena pandemi Covid-19, kedua negara sepakat menggelar kualifikasi di Lebanon untuk mempermudah prosedur protokol kesehatan.

Selain Lebanon yang bertemu Indonesia, pada laga lain di Grup C, Yordania menang tipis atas Arab Saudi yakn 68 – 61.

Jadi berdasarkan dua hasil pertandingan ini, Lebanon memimpin klasemen sementara grup C diikuti dengan Yordania di posisi kedua, Arab Saudi di tempat ketiga, dan Indonesia menghuni dasar klasemen. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar