Minus Bajak Pemain, Perbasi Apresiasi Basket PON

KBRN, Cisarua: Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PP Perbasi) Danny Kosasih mengaku senang dengan keberlangsungan cabang olahraga bola basket di PON XX tahun 2021 di  Papua karena  minim pembajakan pemain.

"Saya sangat bahagia sekali, di PON kali ini enggak ada pembelian pemain," kata Danny saat ditemui di sela-sela Rapat Pleno & Perayaan HUT ke-70 Perbasi di Robinson Cisarua Resort, Bogor, Sabtu pagi (23/10/2021).

Dikatakan Danny di antara sekira 200-an pemain yang tampil dalam cabang olahraga bola basket PON Papua, mungkin hanya 1-2 pemain yang tidak membela daerah asalnya sendiri.

"Itu pun pindahnya karena sekolah. Ini PON yang betul-betul dimainkan putra putri daerah masing-masing," ujarnya.

"Dari pengamatannya sangat luar biasa, baru PON kali ini Sulawesi Utara isinya lengkap anak Sulawesi Utara asli. Jawa Tengah juga asli, Jawa Barat juga begitu. Semua tim peserta tidak  ada yang beli pemain," ujar Danny menambahkan.

Danny mengaku hal itu tidak lepas dari aturan yang memang sudah diterapkannya sejak kompetisi Pra-PON.

"Waktu itu saya sampai mau dilempari batu sama orang, tapi saya tidak peduli itu harus dijalankan dan kenyataannya ini PON bagus, semua pemainnya asli," tutup Danny.

Sedangkan Sekjen PP Perbasi Nirmala Dewi dalam kesempatan sama melihat fenomena yang terjadi di arena bola basket PON bisa menjadi momentum bangkitnya pembinaan bola basket di daerah lain tidak saja terpusat di Pulau Jawa. 

“Yang Pasti PP Perbasi akan menetapkan kompetisi per-region untuk Pengprov Perbasi yang berada ditiap Pulau di Indonesia karena selama ini Kejurnas dilakukan secara desentralisasi dan itu memberatkan dari segi pembiayaan, “ jelas Nirmala Dewi.

Dalam PON Papua, DKI Jakarta menyabet medali emas bola basket putra 5v5 diikuti Sulawesi Utara  yang meraih perak dan Jawa Timur memperoleh perunggu.

Sementara di nomor putri 5v5, Jawa Timur  membawa pulang medali emas, perak milik Bali dan perunggu diperoleh DKI Jakarta.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00