Israel Berpotensi Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2030

KBRN, Jakarta: Israel dikabarkan berpotensi menjadi tuan rumah Piala Dunia 2023. Hal ini dikarenakan Presiden Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) Gianni Infantino telah mengusulkan agar Israel mengajukan tawaran untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030 bersama Uni Emirat Arab (UEA).

Dilansir dari The Jerusalem Post, Kamis (14/10/2021), Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett mengungkapkan bahwa dirinya mendapat usul dari Presiden FIFA untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia 2030.

Bennett bertemu Infantino di kantornya di Yerusalem pada kunjungan pertama seorang presiden FIFA ke Israel. Dalam pertemuan tersebut, ada banyak pembicaraan dalam beberapa bulan terakhir tentang kemungkinan Israel menjadi tuan rumah Piala Dunia bersama dengan UEA atau negara-negara Arab lainnya.

"Selama pertemuan mereka, presiden FIFA mengemukakan gagasan bahwa Israel, selain negara-negara di kawasan itu, yang dipimpin oleh Uni Emirat Arab, berpartisipasi menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030," kata Bennett dilansir dari The Jerusalem Post, (14/10/2021).

Sejalan dengan hal tersebut, Infantino mengungkapkan, ada "banyak pembicaraan" dalam beberapa bulan terakhir tentang kemungkinan Israel menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia dengan UEA atau negara-negara Arab lainnya yang baru-baru ini menormalisasi hubungan dengannya.

Menurut Infatino, salah satu cara yang membuka jalan Israel jadi tuan rumah Piala Dunia adalah dengan normalisasi hubungan beberapa negara tetangga. Salah satunya adalah normalisasi hubungan Israel dengan negara-negara tetangga seperti Uni Emirat Arab, Bahrain, yang dinilai bisa membantu Israel menggelar Piala Dunia.

"Kami telah berbicara banyak dalam beberapa bulan terakhir setelah UEA dan Israel menandatangani perjanjian normalisasi mereka. Jadi mungkin menjadi tuan rumah bersama adalah pilihan," kata Infantino, menurut the Jerusalem Post.

Sementara itu, Asosiasi Sepak Bola Palestina mengatakan telah menolak untuk menerima usulan Infantino yang hadir dalam sebuah upacara yang diadakan di reruntuhan pemakaman Islam kuno di Yerusalem. Mereka mengatakan partisipasi Infantino dalam upacara itu mempolitisasi olahraga dan tidak bertujuan untuk perdamaian atau toleransi.

Di sisi lain, jatah Piala Dunia 2026 sudah diambil tiga negara Amerika Utara itu. Jika Israel dan negara Timur Tengah ingin mengajukan diri untuk edisi 2030, mereka harus bersaing dengan Uruguay, Argentina, Paraguay, Cile, Inggris Raya, Portugal dan Spanyol, serta China.

Di sisi lain, FIFA sedang mempertimbangkan kelayakan menjadi tuan rumah Piala Dunia setiap dua tahun dari 2028. Namun, ini masih banyak ditentang, termasuk oleh UEFA.

Di samping itu, menyelenggarakan Piala Dunia di Israel jelas menimbulkan kontroversi. Sebab, mereka masih berkonflik dengan Palestina.

Israel baru tampil satu kali di Piala Dunia, yakni pada edisi 1970 di Meksiko. Ketika itu Israel, tampil mewakili konfederasi Asia (AFC) sebelum terasingkan karena tak diakui berbagai anggota. Setelah itu, Israel akhirnya gabung UEFA pada 1991.

Menarik tentunya melihat apakah Israel benar-benar bisa menjadi tuan rumah Piala Dunia atau tidak di edisi 2030 nanti. Yang pasti, Israel harus mendapatkan lampu hijau dari negara tetangga seperti Uni Emirat Arab, Bahrain, dan beberapa negara lainnya jika memang mau menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00