Max Verstappen Start Belakang di GP Russia

KBRN, Jakarta: Pembalap Redbull Honda, Max Verstappen akan memulai F1 GP Rusia, Minggu (26/9/2021) dari grid paling belakang setelah tim Red Bull memilih untuk mengambil power unit Honda baru untuk RB16B milik pemimpin klasemen.

Melansir dari laman resmi Formula 1 (25/9/2021), mengumumkan bahwa pemimpin klasemen sementara, Max Verstappen akan menggunakan power unit baru di GP Russia 2021 nanti. Sesuai peraturan yang berlaku, bagi pembalap yang menggunakan power unit baru akan memulai dari posisi paling belakang.

Dalam laporan tersebut juga mengatakan bahwa mesin Honda kedua Max Verstappen musim ini rusak tidak dapat diperbaiki setelah mengalami kecelakaan besar di Silverstone setelah kontak dengan saingan kejuaraan Lewis Hamilton.

Pembalap Belanda itu memakai power unit ketiga dan terakhirnya pada tahun 2021 di Grand Prix Hungaria setelah Honda menemukan masalah pada mesin yang terlibat dalam kecelakaan di Silverstone, yang berarti penalti grid karena melebihi komponen unit daya tidak dapat dihindari.

Setelah awalnya menunda untuk mengganti power unit, Red Bull mengonfirmasi telah mengganti pemimpin kejuaraan ke PU baru, memberinya penalti start dari grid belakang di Sochi.

Verstappen, yang memimpin lima poin atas Hamilton di kejuaraan, juga mendapat penalti tiga grid hingga akhir pekan karena menyebabkan tabrakan dengan rival utamanya di Grand Prix Italia.

Selain mesin pembakaran internal (ICE) baru, Red Bull juga telah memasang turbocharger (TC), MGU-H, MGU-K, energy store (ES), control electronics (CE) dan exhaust system (EX) baru pada mobil Verstappen.

Melorotnya posisi start Verstappen memberi keuntungan tersendiri kepada Hamilton selaku rival utamanya dalam perebutan gelar juara dunia F1 musim ini. Keduanya hanya berjarak 5 poin di klasemen, dan Sochi merupakan lintasan yang sudah dikuasai Mercedes selama 7 tahun terakhir.

Dalam tujuh balapan di sana, 4 di antaranya dimenangkan Hamilton (2014, 2015, 2018, 2019), sementara sisanya direbut oleh Nico Rosberg (2016) dan Valtteri Bottas (2017, 2020).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00