Ini Peraturan Baru VAR Liga Inggris 2021-2022

KBRN, Jakarta: Jelang bergulirnya musim baru, perubahan akan terjadi di pentas Premier League musim depan terkait peraturan Video Assistant Referee (VAR) demi meminimalisir terjadinya penalti yang gampangan dan gol yang dianulir hanya akibat selisih offside yang sangat tipis.

Menilik laporan dari laman The Guardian, Kamis (5/8/2021), para wasit Liga Inggris musim depan akan mempertimbangkan tiga kriteria sebelum memutuskan apakah mereka akan memberikan penalti atau tidak. Mereka akan mempertimbangkan tingkat sentuhan (minim atau tidak) dengan pemain penyerang, konsekuensi dari kontak itu dan kemudian motivasi pemain yang dilanggar sebagai reaksi atas kontak tersebut.

"Wasit akan melihat kontak dan menjalin kontak yang jelas, lalu bertanya pada diri sendiri: apakah kontak itu memiliki konsekuensi?" kata Kepala Wasit, Mike Riley. 

“Mereka kemudian akan bertanya pada diri sendiri: apakah pemain menggunakan kontak itu untuk benar-benar mencoba dan memenangkan penalti? Jadi tidak cukup hanya mengatakan: 'Ya, ada kontak," terangnya.

“Saya pikir umpan balik yang kami terima dari para pemain, baik penyerang maupun bek, [adalah] bahwa Anda ingin itu menjadi pelanggaran yang tepat yang memiliki konsekuensi, bukan sesuatu di mana seseorang telah menggunakan sedikit kontak untuk terjatuh, dan kami telah memberikan hukuman sebagai balasannya,” tuturnya.

Musim lalu di Premier League, banyak fans yang kecewa berat karena gol tim kesayangannya dianulir gara-gara offside yang dianggap tak masuk akal.

Sebab, ada pemain yang dianggap offside hanya gara-gara ketiak atau hidugnya. Ada juga gara-gara siku atau hidungnya dianggap melewati garis oleh VAR. Musim depan, tak akan ada lagi keputusan seperti itu, karena pihak Premier League akan menggunakan garis yang lebih tebal.

“Kami sekarang telah memperkenalkan kembali manfaat dari keraguan kepada pemain penyerang,” kata Riley.

“Secara efektif apa yang telah kami berikan kembali ke permainan adalah 20 gol yang dianulir musim lalu dengan menggunakan pengawasan forensik yang cukup. Ini adalah kuku kaki, hidung para pemain yang musim lalu offside – musim ini mereka akan onside," tegas Riley.

Teknologi VAR mulai diperkenalkan di awal musim 2019-20. Teknologi ini diharap bisa membantu kinerja wasit.

Namun nyatanya VAR malah lebih sering menimbulkan kontroversi. Teknologi itu kerap membuat laga terhenti dan diklaim membuat sepak bola jadi tak terlalu menyenangkan seperti sebelumnya.

Banyak juga gol yang dianulir oleh teknologi tersebut. Alhasil, banyak fans yang mengkritiknya. Kritikan dan cemoohan pun datang bertubi-tubi terkait penggunaan teknologi tersebut.

Menanggapi hal itu, para wasit Liga Inggris pun menanggapinya dengan mengubah beberapa poin keputusan yang diambil dari VAR. Salah satu aturan yang akan diubah di pentas Premier League musim 2021-2022 mendatang adalah soal pemberian penalti. Nantinya insiden soft penalty alias penalti yang gampangan bisa direduksi.

Memang ada kasus di mana pemain diganjar penalti,padahal kontak yang terjadi antarpemain di kotak penalti begitu minim. Contoh kasusnya adalah Raheem Sterling di laga semi final Euro 2020 antara Inggris vs Denmark. Momen itu ramai menjadi perdebatan di mana-mana.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00