Kongres UEFA Mengutuk Pembentukan Liga Super Eropa

Presiden UEFA, Aleksander Ceferin saat membacakan hasil kongres (Dok. Istimewa)

KBRN, Jakarta: Usai mengadakan kongres darurat ke-45 yang digelar di Swiss, pada hari Selasa (20/4/21) kemarin, UEFA resmi merilis pernyataan bahwa mereka mengutuk aksi pemisahan yang dilakukan 12 klub Eropa untuk membentuk Liga Super Eropa (European Super League).

UEFA menyatakan semua peserta kongres itu menolak keras diadakannya kompetisi European Super League itu.

Mereka juga mengutuk keputusan 12 klub untuk menggelar kompetisi tersebut.

"55 asosiasi anggota dan peserta Kongres UEFA mengecam deklarasi yang disebut "Liga Super". Kongres UEFA bersikukuh bahwa "Liga Super" yang tertutup bertentangan dengan konsep apa itu artinya menjadi orang Eropa: bersatu, terbuka, mendukung, dan berprinsip pada nilai-nilai olah raga," demikian pernyataan Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, seperti dilansir laman resmi UEFA.com, Rabu (21/4/2021).

BACA JUGA: Super League Tawarkan Skema Uang Aduhai Fantastis

"UEFA dan asosiasi anggotanya percaya pada model yang benar-benar Eropa yang didasarkan pada kompetisi terbuka, solidaritas, dan redistribusi untuk memastikan keberlanjutan dan pengembangan permainan untuk kepentingan semua dan promosi nilai-nilai Eropa dan hasil sosial,"

ujarnya.

"Klub-klub pengagas kopetisi itu jelas gagal untuk melihat bahwa status mereka saat ini tidak dicapai secara terpisah, melainkan merupakan bagian dari sistem Eropa yang dinamis di mana klub-klub besar, menengah, dan kecil semuanya berkontribusi pada kesuksesan dan kerugian semua orang. Ini merupakan penghinaan terhadap nilai-nilai Eropa dan prestasi olahraga bagi mereka untuk menganggap bahwa mereka berhak untuk "memisahkan" dan mengklaim warisan yang dibangun setiap orang," sambung Ceferin.

"UEFA, asosiasi anggotanya, dan semua orang yang mencintai sepak bola berdiri teguh dan akan sangat menolak dan melawan langkah ini oleh pemilik klub dan pendukung mereka semaksimal mungkin. Kami tahu, secara moral, apa yang dipertaruhkan dan akan melindungi sepak bola dari klan egois yang tidak peduli dengan permainan. Kami adalah sepak bola Eropa. Mereka bukan," ucapnya.

Seperti diketahui, pernyataan itu dirilis oleh UEFA setelah mereka mengadakan Kongres Luar Biasa yang ke-45 yang digelar di Swiss, Selasa (20/4) kemarin.

BACA JUGA: Perez: Liga Super Eropa Menyelamatkan Sepak Bola

Kongres itu dihadiri oleh 55 anggota asosiasi dari berbagai negara.

Salah satu agenda dari kongres itu adalah membahas digelarnya Liga Super Eropa.

Kompetisi tandingan ini digagas 12 klub besar di Eropa, di antaranya adalah Real Madrid dan Manchester United.

Kompetisi itu disebut sebagai tandingan bagi kompetisi Liga Champions.

Motivasi terbesarnya adalah tentang uang, karena pesertanya akan dapat hadiah yang jauh lebih besar ketimbang saat berlaga di UCL.

UEFA juga menuding klub-klub itu melanggar nilai-nilai olah raga dan konsep persatuan Eropa.

Pihak UEFA, melalui Presiden Aleksander Ceferin sebelumnya sudah menebar ancaman pada para pemain yang berpartisipasi di ajang European Super League.

Mereka akan disanksi tak boleh bermain di Piala Dunia dan Euro. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00