Kpu Nunukan Gelar Diskusi Persiapan Pemilu-Pemilihan 2024

KBRN, Nunukan: Dalam rangka persiapan menjelang tahapan pemilu dan pemilihan serentak tahun 2024, Kpu Kabupaten Nunukan, (16/8), menggelar diskusi bersama stakeholder terkait secara tatap muka terbatas di aula Kantor Kpu Nunukan, serta secara daring menggunakanaplikasizoom dan kanal youtube kpu nunukan terbuka untuk umum agar mendapatkan masukan dari banyak pihak.

Acara diskusi yang dikemas dalam ‘bincangpagi: obrolan seputar persiapanpemilu dan pemilihan 2024’ ini menghadirkan dua narasumber yakni teguh dwisubagyo, anggota kpu kalimantan utara dan kaharuddin, anggota kpu nunukan, serta dihadiri pengurus partai politik, Bawaslu Nunukan, instansi terkait. Sementara peserta daring banyak dari penyelenggara badan ad hoc pemilihan 2020 lalu, mahasiswa dan masyarakat umum.

Dalam paparan kedua narasumber, disampaikan draft simulasi tahapan pemilu dan pemilihan serentak tersebut yang akan dimulai padaawal 2022 mendatang, desain atau model penyederhanaan surat suara hingga tantangan bagi penyelenggara kpu karena akan dilaksanakan dua pesta demokrasi dalam tahun yang sama, 2024.

“akan ada dua hajatan pada tahun 2024, yaitupemilu yang merupakan siklus lima tahunan, lalu kemudian pilkada yang dilaksanakan pada bulan november,” kata teguhdwisubagyo dalam paparannya. Untuk hari pelaksanaan pemungutan suara pemilu direncanakan tanggal 21 februari 2024, sedangkan untuk pemilihan kepala daerah dijadwalkan tanggal 27 november 2024. “ini masih bersifat usulan, masih akan dibahas,” jelasnya.

Sementara desain penyederhanaan surat suara pemilu, kpu menawarkan enam model pilihan yang menggabungkan 5 jenis pemilihan dalam satu atau dua surat suara. Dari sisi beban kerja, tawaran desain surat suara ini akanmengurangi beban kerja kpps, serta akan memudahkan pemilih dalam menyalurkan hak suaranya.

“kalau 2019 kan pemilih membawa 5 surat suara, dibuka satu persatu, dicoblos, kemudian dilipat satu persatu. Ini berdasarkan hasil riset pegiat pemilu menyulitkan pemilih. Jadi opsi menggabungkan surat suara menjadi satu atau dua, memudahkan petugas kpps dan pemilih,” kata kaharuddin, narasumber lainnya dari kpu kabupaten nunukan.

Desain pertama dan kedua, menggabungkan 5 jenis pemilihan dalam satu surat suara dengan metode menuliskan angka nomor pilihan. Desain ketiga dengan dua surat suara. Surat suara pemilu presiden, digabung dengan pemilu dpr, dprd provinsi dan kabupaten, sedangkan pemilu dpd dibuatkan surat suara tersendiri dengan metode menuliskan angka.

Desain keempat, menggabungkan satu surat suara untuk pemilu presiden, dpr, dpd, dprd provinsidan kabupaten/kota dengan metode mencoblos. Desain kelima, serupa desain ke-empat namun untuk pemilu dpd dibuatkan surat suara tersendiri dengan metode mencoblos.

Terakhir, desain keenam serupa dengan desain kelima namun berbeda dengan cara pemungutan suaranya, yakni mencontreng. “desain 1 sampai 3 tidak ada nama calegnya (pileg), desain 6 hanya nomor urut calon. Untuk desain 4 dan 5 ada namacalegnya, hanya saja bisa jadi tulisannya akan lebih kecil. Ini yang terus di simulasikan, yang mana yang terbaik untuk pemilih, peserta dan penyelenggara dalam pelaksanaannya nanti,” jelasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar