PLBN Sebatik Sudah Mencapai 100 Persen, Namun Tawau, Malaysia Belum Siap Menerimanya

KBRN, Nunukan: Pembangunan PLBN Sebatik sudah 100% dan sudah tahap penyerahan dari PUPR ke BNPP, sedangkan soal operasional masih ada kekurangan yakni mobile perlu di isi hal ini masih diperjuangkan oleh pihak BNPP. Kepala Badan Pengelola Perbatasan Kabupaten Nunukan Dian Kusumanto menjelaskan pembangunan PLBN Sebatik sudah rampung, namun mengalami kendala dengan counterpart, kemudian Sebatik sebagai Exit Entry Point, namun pihak Tawau, Malaysia belum siap menerimanya. 

"Dalam pertemuan ke 7 di Bandung, mereka belum bisa membuka exit entry point dari Sebatik, sementara yang mereka buka di Tawau dari Tunon Taka dan Lamijung", jelasnya, Rabu (17/8/2022). 

Ia mengungkapkan permasalahan yang dihadapi saat ini adalah garis batas negara yang belum dilakukan MoU. Meski demikian secara fisik sudah di ukur garis batas negara, oleh sebab itu BNPP terus berupaya menyelesaikannya dalam perundingan bilateral selanjutnya. 

"OBP ini sebenarnya garis batas negara. Garis batas negara itu secara de facto memang sudah dipastikan batas-batasnya, hanya de jure belum sempat ditandatangani karena terkait kendala Pandemi, tinggal MoU saja", ujarnya

Adanya PLBN Sebatik menunjukkan bahwa Indonesia siap untuk menegakkan aturan Undnag-undnag di wilayah perbatasan. Sementara untuk peresmian belum dapat dipastikan karena sarana dan prasarana masih dalam proses kelengkapan. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar