Warga Minta Perdagangan Krayan-Ba'kelalan Tetap Tradisional

KBRN, Nunukan: Penutupan pintu perbatasan Krayan-Ba'kelalan hingga saat ini masih dalam perundingan kedua negara. Warga Adat Krayan yang melakukan penutupan, meminta agar perdagangan lintas negara di perbatasan itu dilakukan secara tradisional, seperti dulu sebelum masa pandemi Covid-19. Camat Krayan, Ron Firdaus mengungkapkan, aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes warga yang menilai koperasi yang selama ini mendistribusikan barang dari Malaysia merugikan warga.

"Bayangkan saja harga gula pasir misalnya, biasanya di kisaran 14-16 ribu, nah selama Covid-19, di koperasi itu harganya bisa sampai 26 ribu rupiah per kilo, ungkap Roni, Rabu (06/07/2022).

Masyarakat Krayan meminta komitmen pemerintah Malaysia yang sudah membuka pintu perbatasan agar tidak membatasi aktivitas masyarakat, sehingga pedagang bisa memasok barang tanpa ada pembatasan. 

"Sekarang ini kan perlintasan itu hanya digunakan untuk orang yang mau jalan-jalan atau berobat, sementara perdagangan dibatasi, jadi warga menilai ada kejanggalan", imbuhnya. 

Persoalan ini diharapkan segera mendapatkan solusi dari pemerintah Indonesia dan Malaysia, mengingat selama ini warga bergantung sepenuhnya dari Malaysia.

"Warga ingin solusi terbaik, walaupun kita bergantung ke Malaysia tetapi tentu harga juga bisa dijangkau masyarakat", harapnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar