Pemerintah Daerah Berharap Jalur Perdagangan Secara Tradisional Kembali Dibuka di Perbatasan Krayan

KBRN, Nunukan: Adanya permasalahan soal perdagangan di wilayah perbatasan Bakelalan-Long Midang, Kecamatan Krayan, belum ada titik terang. Hal ini dikarenakan masyarakat Krayan melakukan aksi penutupan jalan perbatasan. Menanggapi hal tersebut Bupati Nunukan Asmin Laura menjelaskan jika selama ini tidak pernah merekomendasikan satu koperasi. Oleh sebab itu Pemerintah Daerah meminta melalui Pemerintah Provinsi Kaltara sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Pusat, untuk mengkomunikasikan agar membuka alur perdagangan antar kedua negara.

"Tetapi ternyata seiring dengan berjalan waktu, kebijakan dari Pemerintah Malaysia itu bahwa mereka ingin sistem koperasi dan menunjuk satu koperasi. Pemerintah Daerah tidak masalah namun bukan daerah yang tunjuk. Yang menunjuk Pemerintah Provinsi saat itu, menunjuk koperasi tersebut, " jelasnya didepan awak media, Rabu (6/7/2022).

Namun seiring berjalannya waktu, didapatkan fakta dilapangan jika harga sembako mahal, sehingga masyarakat di Krayan melakukan protes terkait barang dari Sarawak, Malaysia.

"Terkait dengan harga barang itu, itulah yang mereka minta sebenarnya agar masyarakat kita tidak usah ditunjuk satu koperasi seperti itu. Kembali seperti perdagangan tradisional yang sebelumnya agar persoalan harga dapat ditekan tidak tinggi. Jadi masalahnya ini harga itu menjadi mahal kalau diatur oleh satu koperasi. Ibaratnya yang mempunyai kewenangan, itu saja yang dipermasalahkan oleh masyarakat, ' ujarnya.

Masyarakat Krayan meminta kepada pemerintah untuk berkoordinasi kepada pihak Sarawak agar tidak menggunakan strategi dengan satu koperasi melainkan membuka jalur perdagangan secara tradisional, seperti beberapa tahun dilakukan, agar harga dapat ditekan dan tidak mahal.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar