Warga Krayan Minta Pintu Perbatasan Segera Dibuka

KBRN, Nunukan: Menyikapi persoalan keterbatasan kebutuhan pokok di wilayah Krayan yang selama ini bergantung dari negara tetangga Malaysia, Konsulat Jenderal RI di Serawak Malaysia melakukan kunjungan kerja ke Krayan, Jumat (01/07/2022) melihat kondisi masyarakat. Dari hasil kunjungan tersebut, warga di wilayah itu meminta agar konjen RI menyampaikan aspirasi masyarakat kepada Kerajaan Malaysia dalam hal pemenuhan kebutuhan pokok dengan membuka pintu perbatasan dan mengizinkan agar aktivitas perdagangan kembali normal seperti sebelum pandemi Covid-19. 

"Karena sebenarnya per 1 April itu Malaysia sudah buka, tetapi untuk jalur Krayan-Ba'kelalan belum karena informasinya tentara yang bertugas di perbatasan yang melarang adanya aktivitas orang dan barang", ungkap Camat Krayan, Roni Firdaus, Sabtu, (02/07/2022).

Selain itu, warga juga meminta agar saat aktivitas perdagangan kembali normal, barang yang didatangkan dari Malaysia tidak lagi melalui koperasi karena ada perbedaan harga yang signifikan sehingga memberatkan warga.

"Kalau banyak yang mendatangkan barang kan tentu harga bisa bersaing, kalau melalui koperasi, mereka menentukan harganya semaunya karena tidak ada saingan", imbuhnya. 

Seperti diketahui, sejak Pemerintah Malaysia menutup pintu perbatasan pada tanggal 18 Maret tahun 2020 lalu, akibat pandemi Covid-19, sampai saat ini aktivitas perlintasan orang dan barang di pintu perbatasan Krayan-Ba'kelalan tertutup total. Akibatnya, warga Krayan kesulitan menyuplai sembako dari Malaysia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar