Puluhan Pasutri Ilegal Akhirnya Diakui Negara

KBRN, Nunukan: Sebanyak 41 pasangan suami istri di Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan mengikuti sidang isbat nikah yang dilaksanakan Pengadilan Agama bekerjasama Kementerian Agama, Pemerintah Kabupaten Nunukan Bagian Kesra serta Disdukcapil Nunukan yang berlangsung di Aula Islamic Center Hidayaturrahman Nunukan pada Jumat, (27/05/2022). Ke-41 pasutri tersebut diketahui sebelumnya sudah menikah secara agama namun belum diakui oleh negara karena tidak memiliki buku nikah Hakim Pengadilan Agama Nunukan, Feriyanto S.HI.M.H., mengungkapkan sidang isbat ini dilakukan secara terpadu sehingga para pasutri langsung mendapatkan sejumlah dokumen negara seperti akte pengesahan pernikahan dari Pengadilan Agama, Kartu Keluarga yang dikeluarkan Disdukcapil Nunukan serta buku nikah yang dikeluarkan Kementerian Agama melalui Kantor Urusan Agama Nunukan Selatan dan segala pembiayaannya ditanggung oleh Bagian Kesra Kabupaten Nunukan.

"Yang mengajukan permohonan ini kita verifikasi terlebih dahulu, apakah saat menikah di bawah tangan rukunnya terpenuhi, ataukah saat ini statusnya bukan merupakan suami atau istri orang, baru kita kabulkan untuk selanjutnya disahkan pernikahannya", ungkapnya pada Jumat, (27/05/2022).

Dalam kesempatan ini, Bupati Nunukan Asmin Laura melalui Kabag Kesra, H. Tuwo menyampaikan jika buku nikah dan kartu keluarga merupakan dokumen negara yang sangat penting karena akan berdampak kepada anak-anak mereka yang nantinya membutuhkan dokumen untuk kepentingan pendidikan dan yang lainnya, sehingga ia meminta masyarakat untuk menghindari terjadinya pernikahan di bawah tangan.

"Kita mengharapkan ada kesadaran dari masyarakat untuk bisa melangsungkan pernikahan sesuai aturan yang berlaku di negara kita agar haknya bisa diberikan seperti buku nikah, kartu keluarga", imbuhnya.

Pemerintah Kabupaten Nunukan memfasilitasi masyarakat yang belum memiliki buku nikah dan biayanya ditanggung pemerintah daerah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar