Belum Resmi Pindah Negara, Lahan Warga Pulau Sebatik Masih Dikelola

KBRN, Nunukan: Warga Pulau Sebatik yang rumah dan tanahnya masuk ke wilayah Malaysia pasca pengukuran ulang antara batas wilayah antara Indonesia-Malaysia, kini masih beraktivitas normal di wilayah tersebut. Camat Sebatik Tengah, Aris Nur menyebut, warga masih diperbolehkan beraktivitas di lahan mereka masing-masing, karena sampai saat ini hasil pengukuran ulang belum ditandatangani oleh kedua negara.

"Kami minta warga untuk tetap beraktivitas saja, tidak perlu takut apalagi yang punya lahan produktif", ungkap Aris Nur pada Rabu, (28/05/2022).

Tak lupa juga Aris mengingatkan masyarakat agar menahan diri untuk tidak mengelola lahan warga Malaysia yang masuk ke Indonesia karena hal itu akan berdampak pada proses kesepakatan kedua negara jika masyarakat sudah melampaui kewenangan yang belum menjadi haknya.

"Kita tidak mau akan muncul masalah baru ketika itu dilakukan", ujarnya. 

Seperti diketahui, berdasarkan hasil kesepakatan antara Pemerintah Indonesia dengan Malaysia, telah dilakukan pengukuran ulang batas negara yang selama ini menjadi sengketa. Hasilnya lahan Indonesia sekitar 5 hektare masuk ke Malaysia sementara lahan Malaysia yang masuk ke Indonesia sekitar 120 hektare.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar