5 Hektar Lahannya Masuk Malaysia, Camat Sebatik Utara Minta Solusi

KBRN, Nunukan: Pemerintah Kecamatan di Pulau Sebatik meminta Pemerintah Pusat memikirkan nasib warga di pulau milik dua negara itu yang wilayahnya masuk ke Malaysia pasca pengukuran ulang batas negara antara Indonesia-Malaysia pada 2019 lalu.

Camat Sebatik Utara, Muhammad Eko mengungkapkan pada dasarnya warga akan menerima keputusan kedua negara namun perlu dipikirkan terkait ganti rugi rumah dan lahan yang masuk ke wilayah Malaysia. 

"Karena mereka ada yang rumahnya yang masuk Malaysia terus kebun sawit yang produktif itu yang perlu kita pikirkan", ungkapnya pada Jumat, (13/05/2022).

Salah seorang warga, Husnaena mengaku akan mencari tempat lain ketika sudah mendapatkan ganti rugi dari pemerintah.

"Tetap di Indonesia tapi ke tempat lain lah kalau ada ganti rugi kita belikan dulu tempat baru membangun lagi", ujarnya. 

Seperti diketahui, dari hasil pengukuran ulang batas negara antara Indonesia-Malaysia, sekitar 5 hektare lahan Indonesia di Kecamatan Sebatik Utara masuk ke Malaysia, termasuk rumah penduduk dan kebun sawit masyarakat. Sementara itu, lahan Malaysia yang masuk ke Indonesia sekitar 120 hektare yang terdapat di dua kecamatan yaitu Kecamatan Sebatik Tengah dan Kecamatan Sebatik Barat. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar