Rumah Masuk Malaysia, Warga Sebatik Minta Ganti Rugi

KBRN, Nunukan: Pasca pengukuran ulang batas negara antara Indonesia-Malaysia, sekitar 31 kepala keluarga di Pulau Sebatik terdampak dari pengukuran ulang tersebut karena rumah dan tanah miliknya masuk ke Malaysia. Salah seorang warga yang ditemui, Husnaena mengaku keberatan dengan adanya pengukuran ulang tersebut, namun ia juga mengaku akan pindah ke tempat lain jika sudah mendapat ganti rugi tanah dan bangunan dari pemerintah. 

"Kalau sudah ditentukan ya kita cari tempat lain lah, tapi ada ganti rugi dulu biar ada dipake membangun lagi", ungkapnya pada Kamis, (12/05/2022).

Sementara itu, Camat Sebatik Utara, Muhammad Eko menegaskan jika masyarakat di wilayahnya hanya menunggu kepastian dari pemerintah pusat terkait ganti rugi lahan yang masuk ke Malaysia.

"Intinya mereka tetap menerima keputusan ini, tapi ya itu mereka juga menunggu ganti untung untuk tempat tinggal mereka karena sebagian ada rumahnya yang masuk ke Malaysia", jelasnya.

Dari hasil pengukuran ulang batas negara antara Indonesia dengan Malaysia, diketahui luas lahan Indonesia yang masuk ke Malaysia sekitar 5 hektare, sementara lahan Malaysia yang masuk ke Indonesia sekitar 120 hektare dan merupakan lahan produktif berupa kebun sawit yang siap panen.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar