Cegah PMI Ilegal Melalui Sidak di Pelabuhan

KBRN, Nunukan: Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Nunukan gencar melakukan pencegahan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang akan berangkat ke Malaysia secara ilegal. Kepala UPT BP2MI Nunukan, Kombes Pol F. Jaya Ginting mengatakan, sidak dilakukan di pelabuhan Tunon Taka Nunukan saat kapal Pelni maupun swasta tiba di Nunukan. 

Para penumpang akan diperiksa secara ketat dengan menunjukkan identitas. Bagi penumpang yang bukan penduduk Kabupaten Nunukan akan dilakukan pemeriksaan lanjutan bekerjasama pihak kepolisian untuk memastikan mereka tidak melanjutkan perjalanan ke Malaysia.

"Jadi, kita mulai saat kapal penumpang tiba di pelabuhan dan kita periksa satu-satu identitasnya", ungkap Ginting pada Selasa, (18/01/2022).

Selain sidak di pelabuhan Tunontaka, tim juga menyisir pelabuhan kecil yang dicurigai menjadi jalur alternatif penyeberangan PMI ilegal menuju Malaysia.

Saat patroli yang dilakukan selama dua kali, ditemukan 37 orang penumpang yang terindikasi akan menjadi PMI ilegal, dibuktikan dengan paspor dan surat perjanjian kerja yang mereka bawa.

Dari 37 orang tersebut, dua diantaranya merupakan calo Pekerja Migran Indonesia yang saat ini dalam proses penyidikan oleh pihak kepolisian. Sementara calon PMI diamankan BP2MI Nunukan. Dari hasil pemeriksaan, 9 orang diantaranya dipekerjakan di perkebunan kelapa sawit di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, sementara calon PMI lainnya dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing.

"Sidak ini akan terus dilakukan untuk meminimalisir pengiriman PMI secara ilegal", pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar