2021, Pengadilan Agama Putuskan Kasus Perceraian 257 Perkara

KBRN, Nunukan: Angka perceraian di Kabupaten Nunukan masih tinggi selama tahun 2021. Berdasarkan catatan Pengadilan Agama Negeri Nunukan, jumlah kasus perceraian yang diputus pada Tahun 2021 sebanyak 257 kasus hanya turun tiga perkara dari tahun sebelumnya yang berjumlah 260 kasus. Ketua Pengadilan Agama Negeri Nunukan, Muhammad Ridho menerangkan, perceraian disebabkan karena perselisihan rumah tangga dan didominasi akibat narkoba.

"Hampir setengahnya itu karena narkoba, jadi memang di Nunukan ini karena wilayahnya perbatasan sehingga narkoba itu mudah didapatkan" ungkap Ridho pada Kamis, (13/01/2022).

Gugatan perceraian lebih banyak dilayangkan oleh pihak istri yang merasa dirugikan, sehingga memilih menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan persoalan rumah tangganya. Mereka dinilai masih produktif dengan usia antara 30 sampai 50 tahun.

"Banyak juga yang masih muda, usia 30 tahunan, namun karena kedua belah pihak memilih untuk menjalani hidup masing-masing, sehingga pengadilan memutuskan", tambahnya.

Masih tingginya angka perceraian di Kabupaten Nunukan dinilai menjadi persoalan yang perlu menjadi perhatian khusus seluruh instansi terkait, apalagi persoalan ini diakibatkan karena narkoba.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar