Nunukan Wakili Kaltara pada Pemilihan Penyuluh Teladan Tingkat Nasional

Salmiah, S. PD.I., Penyuluh Agama Non PNS asal Kabupaten Nunukan mewakili Provinsi Kalimantan Utara pada Pemilihan Penyuluh Teladan Tingkat Nasional

KBRN, Nunukan: Salah seorang penyuluh agama Non PNS Kementerian Agama Kabupaten Nunukan, Salmiah mewakili Provinsi Kalimantan Utara pada pemilihan penyuluh agama Non PNS teladan tingkat nasional Tahun 2021.

Salmiah merupakan penyuluh agama Non PNS yang bekerja di bawah naungan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sebatik Timur dengan inovasi Kampung Sadar Zakat. Inovasi ini dinilai menjadi salah satu upaya menarik kesadaran para muzakki untuk berzakat melalui lembaga resmi yakni Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Sebatik Timur untuk disalurkan kepada para mustahiq di Kecamatan Sebatik Timur.

Sejak inovasi tersebut digagas pada tahun 2019, KUA Sebatik Timur menjadi pengumpul zakat terbanyak di antara beberapa UPZ yang ada di Pulau Sebatik, bahkan di wilayah Kalimantan Utara hingga zakat yang terkumpul melalui UPZ Sebatik Timur dalam 3 tahun terakhir mencapai Rp. 811.047.299 

"Ini adalah Program Unggulan Kami dari Penyuluh Agama Islam Non PNS untuk memotivasi masyarakat agar sadar dalam berzakat, yang kemudian dana zakat tersebut disalurkan kepada para mustahik baik yg bersifat konsumtif maupun bersifat produktif demi terwujudnya masyarakat yang sejahtera dan mandiri", ungkap Salmiah pada Senin, (29/11/2021).

Kampung Sadar Zakat Kecamatan Sebatik Timur yang lebih dikenal Kampung Sadar Zakat SAKTI memiliki lima Program sakti yaitu Sakti Taqwa tujuannya membantu para Imam masjid, guru mengaji, Sakti Sehat yaitu dana zakat untuk membantu orang sakit atau biaya perawatan pasien yang kurang mampu, Sakti Cerdas yang bertujuan memberi bantuan di bidang pendidikan, Sakti Sejahtera yang bertujuan memberi bantuan modal usaha kepada masyarakat kurang mampu untuk meningkatkan perekonomian mereka dan yang terakhir adalah Sakti Peduli yaitu dana zakat dimanfaatkan untuk warga yang terkena bencana termasuk kepada warga yang terkena Covid-19. Selain itu, berbagai pemanfaatan zakat untuk kepentingan masyarakat dan kegiatan keagamaan serta sosial yang bersifat insidentil.

"Alhamdulillah lima program ini sudah kami laksanakan dan dukungan dari para muzakki luar biasa, sehingga masyarakat yang membutuhkan juga bisa dibantu", tambahnya.

Selaku inovator dari program ini, Salmiah senantiasa berkoordinasi dengan stakeholder untuk bergerak besama dalam mendorong masyarakat mampu untuk menunaikan sebagian hartanya melalui lembaga resmi. Hal ini juga merupakan salah satu upaya dalam mendukung pemerintah dalam meningkatkan perekonomian masyarakat dan mengentaskan kemiskinan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar