Permudah Bayar Retribusi, Kini Dapat Dilakukan Secara Elektronik

KBRN, Nunukan: Untuk memudahkan masyarakat dalam membayar retribusi daerah, Badan Pendapatan Daerah meluncurkan aplikasi pembayaran secara elektronik. Melalui aplikasi tersebut masyarakat tidak perlu ke kantor Badan Pendapatan untuk melakukan pembayaran secara manual, cukup melalui aplikasi gadget. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang pajak daerah dan retribusi daerah, Badan Pendapatan Daerah, Bambang selaku inovator dari Sistem pembayaran dan pelaporan retribusi daerah (Sibaret Rapat).

Menurutnya, selama ini berbagai kendala dihadapi saat pembayaran retribusi daerah dilakukan secara manual, diantaranya masih minimnya kesadaran masyarakat untuk membayar retribusi, petugas sulit menemui wajib retribusi dikarenakan kesibukan masing-masing serta berpotensi terjadi penyelewengan.

"Maka dengan adanya layanan berbasis digital ini, pembayaran retribusi dijamin transparan dan akuntabel", ungkapnya pada Kamis, (02/12/2021).

Sementara itu, Wakil Bupati Nunukan, Hanafiah usai melaunching inovasi tersebut menegaskan jika dari hasil evaluasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pelayanan pemerintahan disarankan untuk dilakukan secara digital. Hal itu untuk meyakinkan masyarakat bahwa setiap transaksi yang dilakukan sudah sesuai prosedur baik waktu maupun jumlahnya.

"Karena memang masyarakat kita banyak yang belum percaya dengan pelayanan pemerintahan, itu kita harus akui, sehingga dengan adanya inovasi ini maka kita yakinkan masyarakat bahwa ada kewajiban yang harus dipenuhi yaitu dengan membayar retribusi atas pemanfaatan fasilitas yang disiapkan pemerintah".

"Dan itu kita sudah lakukan secara transparan, karena namanya digital, ada jejaknya, jadi masyarakat juga bisa turut serta mengawasi", paparnya.

Hanafiah menegaskan, penarikan retribusi daerah merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), sehingga melalui Badan Pendapatan Daerah, seluruh sektor yang berpotensi meningkatkan PAD dapat dikelola dengan maksimal, apalagi sumber pendanaan daerah dari pusat setiap tahunnya mengalami penurunan.

"Kita minta semua potensi PAD itu bisa dimaksimalkan untuk meningkatkan PAD kita", tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar