Penyebab Harga Minyak Goreng Melonjak Naik

KBRN NUNUKAN : Kepala Bidang Pengembangan dan Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Kabupaten Nunukan H.  Syamsul Daris menjelaskan,  berdasarkan informasi yang diterima, faktor penyebab harga minyak goreng naik dikarenakan  harga kelapa sawit mengalami penurunan produksi sekitar 8% .

Syamsul Daris mengungkapkan,  salah satu penyebab produksi minyak goreng turun adanya pengurangan tenaga kerja yang rata-rata dari Indonesia dan sudah banyak dipulangkan akhirnya perusahaan yang tidak full bekerja sehingga produksi mulai berkurang. 

"Kalau informasi terakhir yang paling mahal bimoli. Minyak goreng bimoli harga ecerannya dipasar sekitar Rp. 20.000-Rp.22.000, sementara diluar pasar biasanya Rp. 22.000-Rp. 24.000," terangnya. Senin (22/11/2021).

Disinggung soal minyak goreng dari Malaysia, Ia mengatakan harganya masih tetap Rp. 16.000 per liternya. Sementara minyak goreng bimoli masih mahal. 

Dinas Perdagangan Kabupaten Nunukan hanya mengikuti perkembangan terkait naiknya harga minyak goreng, karena persoalan ini merupakan skala besar,  bagaimana Pemerintah Pusat dapat menyikapi keadaan ini. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar