Kasus Stunting di Nunukan Menurun Hingga 16 Persen

KBRN, Nunukan: Berdasarkan data Dinas kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Nunukan, kasus stunting pada tahun 2018 tercatat sekitar 29 persen. Angka tersebut mengalami penurunan selama empat tahun terakhir hingga 16 persen. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas kesehatan pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Kabupaten Nunukan, Sabaruddin mengatakan, salah satu penyebab stunting di Kabupaten Nunukan adalah masih kurangnya kesadaran orang tua terhadap pola asuh perkembangan anak saat usia balita.

 "Jadi, bukan karna tidak ada yang mau di makan tapi ada orang tua yang sibuk sampai lupa urus anak hingga pola makan anak terabaikan", ungkap sabaruddin, Senin (08/08/2022).

Menyikapi tingginya kasus stunting di Kabupaten Nunukan, pihaknya mendorong masyarakat agar peduli dengan pola asuh anak dengan memenuhi kebutuhan gizi anak.

"Sampai di desa pun kami memperhatikan warga yang terkena dampak stunting untuk melakukan pencegahan", pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar