DPMPD Dampingi Mahasiswa KKN, Fokus Penanganan Stunting

KBRN, Nunukan : Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Balita (Bayi berusia kurang dari lima tahun) yang mengalami stunting di Tanah Air sebesar 27,6%. Artinya, satu dari empat Balita di Indonesia menderita gizi buruk.

Dari data tersebut Mahasiswa KKN Universitas Borneo Tarakan (UBT) melaksanakan KKN dengan fokus program preventif dan penanggulangan stunting kepada Baduta (bayi dibawah dua tahun) dan juga ibu hamil di wilayah perbatasan Kab. Nunukan  Prov. Kalimantan UtaraUtara (Kaltara). 

Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Nunukan mencatat sebanyak lima kelompok mahasiswa KKN, kini tengah merancang program pendampingan stimulasi deteksi dini perkembangan anak di wilayah perbatasan kabupaten Nunukan. 

Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Pertama Dinas DPMPD Kab. Nunukan Arnis mengatakan , setiap kelompok mahasiswa KKN terdiri 10 sampai 13 orang,  masing masing kelompok di tempatkan di daerah terdapat kasus stanting. 

"Untuk di pulau Nunukan, mereka tersebar di Kelurahan Tanjung Harapan, Kelurahan mansapa,Kelurahan Nunukan barat dan ada 2 kelompok di Desa Binusan," ungkapnyaungkapnya saat di konfirmasi RRI, Selasa (5/7/2022). 

Pendampingan tersebut di lakukan kata Arnis, agar mahasiswa fokus pada upaya memberikan penyuluhan kepada masyarakat terkait pola hidup sehat sebagai proses penurunan stanting pada anak.

"Selain di pulau Nunukan, ada beberapa kelompok juga KKN di pulau sebatik, mereka tersebar di beberapa desa, kita berharap kehadiran mereka dapat menurunkan angka kasus Stunting, setidaknya ibu hamil dapat pengetahuan dari hasil yang di sampaikan para mahasiswa," jelasnya. 

Perlu di ketahui masa emas pada anak merupakan masa penting dalam pertumbuhan dan perkembangan paling pesat pada otak.

Masa tersebut, anak menyerap pembelajaran dari lingkunganya, baik positif maupun negatif dari umur 1 sampai 5 tahun yang tidak akan terulang kembali. 

Karna itu orang tua atau kader kesehatan harus memaksimalkan membentuk anak kearah ke arah positif dengan memberikan stimulasi tepat dan deteksi dini dari penyimpangan agar tumbuh kembang anak dapat optimal.

"Pada program pendampingan ini kami bisa memetakan problem dari stunting ini dan kami bisa intervensi secara langsung melalui penyuluhan, pemeriksaan, dan pemberian vitamin yang diperlukan", tutupnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar