BP2MI dan KKP Antisipasi Masuknya Hepatitis Saat Deportasi PMI

KBRN NUNUKAN : Pemerintah Malaysia akan melakukan pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Kabupaten Nunukan, untuk itu Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) tetap waspada dan melakukan pengawasan terhadap masuknya penyakit Hepatitis akut yang masih misterius. 

Kepala UPT BP2MI Nunukan Kombes Pol Jaya Ginting menyampaikan terkait deportasi PMI Bermasalah ke Nunukan merupakan keputusan dan tindakan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang lebih memahami, mengetahui bagaimana melihat penampilan secara fisik para PMI yang masuk ke Nunukan. 

Sebab Hepatitis akut masih siluman dan masih misterius karena tidak ada di tipe A, B, C, D, dan E. Meski demikian gejalanya hampir sama dengan gejala Covid mengalami demam dan diare. 

'Tampilan-tampilan secara luar mereka juga bisa mentracing, dengan keilmuan mereka saya rasa hal itu bisa diantisipasi, ' terangnya. Jumat (20/5/2022). 

Petugas kesehatan telah berkoordinasi dengan Rumah Sakit Umum Daerah, Palang Merah Indonesia dan sudah mengambil langkah-langkah. Sebelum pemulangan akan dilakukan rapat apa yang menjadi langkah awal untuk mengantisipasi hal tersebut terutama dari KKP Nunukan. 

'Kami tetap mengikuti dari apa yang menjadi arahan dan keputusan teman-teman kesehatan terutama KKP. Kalau memang itu juga sudah dibicarakan internal dengan Kadisnaker yang selalu membantu terkait penyediaan fasilitas rusunawa dan juga BPBD, ' ujarnya. 

Jika diharuskan untuk memisahkan anak-anak maka ada satu blok yang akan diperuntukkan bagi mereka usia 6-18 tahun yang menjadi sasaran dari Hepatitis akut. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar