Gubernur Kalimantan Utara Zainal A. Paliwang Membuka Pencanangan Bulan Imunisasi Anak Nasional

KBRN NUNUKAN : Adanya Pandemi Covid 19 mengakibatkan pelaksanaan imunisasi rutin tidak dapat berjalan optimal. Data beberapa tahun terakhir menunjukkan terjadinya penurunan cakupan imunisasi rutin, baik itu imunisasi dasar maupun imunisasi lanjutan yang cukup signifikan. 

Gubernur Kalimantan Utara Zainal A. Paliwang, M.Hum menyampaikan jumlah anak-anaknya yang tidak mendapatkan imunisasi rutin lengkap sesuai usia semakin bertambah banyak. 

Capaian imunisasi dasar lengkap pada tahun 2020-2021 dapat mencapai target. Capaian pada tahun 2020 sebesar 84,2% dan capaian tahun 2021 (berdasarkan data laporan rutin sampai dengan 1 April 2022) juga hanya mencapai 84,2%.

Kemudian capaian imunisasi Campak-Rubela lanjutan untuk anak usia bawah dua tahun (Baduta) pada tahun 2020 dan 2021 juga tidak dapat mencapai target yang ditentukan, dimana capaian pada tahun 2021 (Berdasarkan data laporan rutin sampai dengan 1 April 2022) hanya mencapai 58,5% dari target 81%.

'Adapun dampak dari penurunan cakupan tersebut dapat kita lihat dari adanya peningkatan jumlah kasus PD3I (Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi) dan terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) PD3I seperti Campak, Rubella dan Difteri di beberapa wilayah, ' jelasnya. Rabu (18/5/2022). 

Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) diharapkan dapat memutus transmisi virus campak dan rubella serta penyakit-penyakit yang sejatinya dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) lainnya secara cepat dan dapat mencapai kekebalan kelompok di masyarakat. (Herd Immunity). 

'Semoga kegiatan ini dapat melindungi masyarakat Kalimantan Utara dari bahaya virus campak dan rubella, mencapai target eliminasi campak dan rubella pada tahun 2023 serta mempertahankan status Indonesia bebas Polio dan mencapai eradikasi Polio di tingkat global pada tahun 2026, ' ujarnya. 

Bulan Imunisasi Anak Nasional tahap 1 ini akan dilaksanakan mulai bulan Mei tahun 2022 bagi seluruh Provinsi di Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar