Wanita Paruh Baya Pelaku Pelecehan Remaja 16 Tahun Diamankan Polisi

KBRN, Nunukan : Seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun di duga menjadi korban pelecehan seksual hingga depresi oleh seorang wanita paruh baya berinisial SRY (43).     

Wanita paruh baya yang di duga melakukan asusila terhadap remaja tersebut kini telah diamankan di Polres Nunukan. 

Kasi Humas Polres Nunukan Iptu. Supriadi saat di komfirmasi RRI, Selasa (24/5/2022) mengatakan hubungan asmara yang terjadi antara remaja dengan SRY berawal dari sebuah aplikasi Tik Tok, berlanjut dengan chattingan mesra yang membawa keduanya semakin akrab hingga terjadi hubungan special diantara mereka berdua.

“Kasus ini terungkap ketika ibu korban datang ke kantor Polres Nunukan pada hari jumat(20/5/2022) sekitar pukul 09.00 wita, melaporkan kejadian yang di alami anaknya hingga depresi,”papar Supriadi. 

Supriadi melanjutkan, dari penjelasan ibu korban yang bekerja dimalaysia ini,  awalnya mendapat telpon dari pihak guru sekolah yang mengabarkan anaknya mengalami ganggunan kesehatan (sakit), namun setibanya di nunukan dia melihat kondisi anaknya dalam kondisi depresi berat.

“Jadi ibu korban ini bertemu dengan dr. psikolog untuk konsultasi, di ketahui anaknya sudah berkali kali berhubungan badan dengan terlapor SRY hingga lupa berapa kali,”ungkap Supriadi.  

“Kejadian pertama di lakukan pelaku SRY bersama korban di kontrakan  jl. Gang Delima, Kel, Nunukan Timur, dan kejadian terakhir itu di lakukan hari Minggu (8/5/2022) sekitar pukul 14.00 wita di kontrakan yang sama,” jelasnya.

Orang tua korban pun merasa keberatan dan tak terima anaknya mengalami hal yang tak wajar tersebut, hingga menyerahkan permasalahan itu ke pihak berwajib untuk diproses hukum.

Kini korban tengah menjalani perawatan inap di RSUD Nunukan. Sebanyak 3 orang dr. spesialis tengah menangani korban, terdiri dari dr. spesialis anak, dr. spesialis kulit dan dr. spesialis ahli jiwa.

“Penyidik akan terus berkoordinasi dengan ke 3 dokter itu, untuk meminta hasil pemeriksaan korban, karna saat ini korban belum bisa di lakukan pemeriksaan (BAP), untuk proses penyidikan sedang di tangani unit PPA Sat Reskrim sementara untuk penahanan tersangka di titipkan di Polsek KSKP,” tutupnya.

Akibat perbuatanya SRY di kenakan pasal 81 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016  tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang junto Pasal 64 Ayat 1 KUHP.   

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar