Pemerintah Malaysia Deportasi 147 PMI Bermasalah,16 Diantaranya Anak-Anak

KBRN,Nunukan : Sebanyak 147 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) bermasalah di deportasi pemerintah Sabah, Tawau, Malaysia, ke Indonesia melalui pintu Nunukan,Selasa (24/5/2022).

Untuk menjamin keamanan dan keselamatan PMI hingga tujuan, petugas Konsulat RI Tawau Malaysia, melakukan pendampingan terhadap ratusan PMI tersebut, yang bertolak dari pelabuhan Tawau menuju pelabuhan Tunontaka Nunukan  dengan menggunakan transportasi kapal cepat Mid Express.

“PMI itu berjumlah 147 terdiri dari laki-laki dewasa 100 orang, perempuan dewasa 30 orang, anak laki-laki 8 orang dan anak perempuan 8 orang, dari,” papar kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Nunukan Kombes Pol. F. Jaya Ginting.

Para deportan yang tiba di pelabuhan Tunontaka nunukan di berikan tanda pengenal untuk memudahkan petugas melakukan pengawasan dan pendataan. Selanjutnya mereka di arahkan ke tempat penampungan Rusunawa untuk di lakukan pendataan dan investigasi.

“Sesuai surat Satgas yang baru tahun 2022, sudah tak ada lagi karantina, hanya saja karna kondisi transportasi laut kita tidak seperti di lain tempat, kita menyesuaikan dengan jadwal saja, kalau untuk kerja dari kordinator Perlindungan sebetulnya 2 sampai 3 hari sudah selesai untuk pendataan termasuk kebutuhan data yang lain, nanti kita menyesuaikan dengan kesiapan transportasi dari nunukan menuju daerah asal,” ungkapnya.

Dari data yang di peroleh tujuan deportan menuju daerah asal dengan rincian, Sulawesi Selatan 93 orang, Sulawesi Tengah 1 orang, Sulawesi Barat 14 orang, Sulawesi Tenggara 8 orang, Jambi 1 orang, Kalimantan Utara 18 orang dan Nusa Tenggara Timur NTT 12 orang. 

Sebelum di pulangkan ke daerah asal, ratusan PMI itu di tempatkan di penampungan Rusunawa sambil menunggu jadwal kedatangan kapal laut.

Dari verikasi pihak Konsulat RI, di rencanakan deportasi PMI tahap ke dua asal Keke Kota Kinabalu, Malaysia, akan di laksanakan pada minggu pertama bulan juni 2022 mendatang.

“Informasi deportasi dari tawau sudah selesai, untuk tahap kedua mungkin dari keke kita akan menerima, tapi kalau tidak ada perubahan, sesuai laporan Konsulat disana sebanyak 371 orang, rencana pemulangan tanggal 2 juni 2022,”tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar