Pemerintah Malaysia akan Memulangkan Ratusan PMI ke Nunukan

KBRN NUNUKAN : BP2MI Nunukan telah siap menerima kedatangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Bermasalah dari Tawau, setelah mereka menyelesaikan masa hukumannya di Pusat Tahanan Sementara. 

Kepala UPT. BP2MI Nunukan Kombes Pol Jaya Ginting menjelaskan untuk tahap pertama para deportan dari wilayah Tawau sebanyak 147 orang yang sudah terverifikasi di Konsulat RI. Ada beberapa perubahan terkait Satgas Covid yang sekarang ini termasuk landai maka kegiatan pemeriksaan PCR sudah tidak ada lagi, apabila ada PMI yang baru sekali vaksinasi dan ada gejala lain maka dilakukan PCR. 

Selama tidak ada dan aman, PMI akan dipulangkan ke daerahnya masing-masing dengan melihat jadwal kapal laut. 

'Untuk itu interval daripada pemulangan sampai daerah asal, kita istirahatkan saudara-saudara kita PMI di Rusunawa sebagaimana biasa, ' katanya. Senin (23/5/2022). 

BP2MI Nunukan akan melakukan pendataan dan interview dari empat komposisi yang biasa mereka langgar seperti pidana, narkoba, tinggal lebih masa dan tidak ada dokumenter. Untuk kasus kriminal dan narkoba tidak diijinkan lagi kembali ke Malaysia selama tiga tahun. 

'Itu juga nanti kita pikirkan, seperti biasa kita kembalikan. Kalau bisa kita bina disini di BLK atau tempat-tempat pelatihan yang ada kerjasama dengan Disnaker kita lakukan. Biar bagaimana pun mereka adalah Warga Negara Republik Indonesia, punya hak yang sama dengan kita, ' ujarnya. 

Berdasarkan Surat Edaran Satgas Covid Nomor 17 ada pengecualian terhadap lima orang diantaranya yang kawin campur dengan Warga Negara Malaysia, memiliki identitas Malaysia dan memiliki rumah di Tawau tidak dilakukan vaksinasi booster namun protokol kesehatan tetap dilakukan melalui peduli lindungi. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar