Imigrasi Nunukan Amankan WNA di Pelabuhan Tunon Taka

KBRN NUNUKaN : Petugas Imigrasi melakukan pengamanan terhadap WN Malaysia di area keberangkatan Pelabuhan Tunon Taka Nunukan. 

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nunukan Washington menjelaskan pada saat petugas melakukan pemeriksaan identitas kepada penumpang yang tiba dari Pare-pare menggunakan Kapal KM.Queensoya di Pelabuhan Tunon Taka. Ditemukan satu orang WN Malaysia. 

Dari hasil pengawasan, ada satu orang WN Malaysia yang didapati melanggar peraturan Imigrasi atas nama HBL, Laki-laki, (9 Nopember 1959).

Adapun informasi yang didapat saat wawancara antara lain : 

1. WNA masuk ke Indonesia sekitar bulan Maret 2022 melalui jalur ilegal Aji Kuning, Sebatik kemudian menuju Pelabuhan Bambangan menuju Nunukan dan membeli tiket kapal KM. Thalia tujuan Pare-pare. 

2. Diketahui istri dan dua anaknya merupakan WNI. 

3. WNA tersebut masuk ke Indonesia untuk menghadiri pernikahan  anak ke-2 di Pare-pare, Sulawesi Selatan. 

4. WNA tinggal di Pare-pare sekitar 2 bulan sebelum akhirnya memutuskan kembali ke Tawau, Malaysia. 

5. Diketahui WNA melakukan perjalanan dari Pare-pare menuju Nunukan menggunakan kapal KM. Queensoya tiba di Nunukan pada tanggal 20 Mei 2022, pukul 08.00 dan rencananya akan kembali ke Tawau menggunakan jalur ilegal Aji Kuning, Sebatik. 

HBL melanggar pasal 75 ayat (1) Undang-undang Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian. 

'Pejabat Imigrasi berwenang melakukan tindakan administratif keimigrasian terhadap orang asing yang berada di wilayah Indonesia yang melakukan kegiatan berbahaya dan patut diduga membahayakan keamanan dan ketertiban umum atau tidak menghormati atau tidak menaati peraturan perundang-undangan, ' jelasnya. Minggu (22/5/2022). 

Selanjutnya Imigrasi membawa HBL menuju Kantor Imigrasi untuk dilakukan pemeriksaan mendalam dan penahanan di ruang detensi. 

"Penahanan kami lakukan karena yang bersangkutan terdapat melakukan pelanggaran keimigrasian yaitu masuk wilayah Indonesia secara ilegal dan tidak memiliki dokumen keimigrasian berupa paspor, ' tutupnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar