GOW Nunukan Menyarankan Jaga Keluarga Dengan Baik

KBRN NUNUKAN : Maraknya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang terjadi membuat semua organisasi maupun lintas sektor berupaya mencegah agar tidak terjadi, namun tetap saja terjadi di Indonesia, oleh sebab itu untuk terhindar dari tindakan kejahatan, perlu dilakukan sosialisasi kepada keluarga maupun masyarakat. 

Wakil Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW)  Nunukan Hj. Fajar Arsidana mengatakan sebagai hamba Allah, untuk selalu menyampaikan kepada keluarga bahwa Hak Azasi Manusia harus dihormati, dihargai, kemudian harus memberikan pemahaman kepada korban, jika TPPO adalah kejahatan. 

Fajar Arsidana menyampaikan perlunya sosialisasi kepada keluarga bahwa TPPO adalah kejahatan yang terorganisir supaya keluarga aman harus menjaganya. 

"Sebagai fasilitator, kita inikan fasilitator baik dimana-mana organisasi. Sebagai fasilitator punya kewajiban dan ilmu untuk menyampaikan ke masyarakat selain keluarga. Agar supaya memahami gambaran umum TPPO seperti apa, " terangnya. Sabtu (29/1/2022).

Saat di tanyakan terkait minimnya pendidikan dan ekonomi lemah, Fajar Arsidana mengungkapkan hal tersebut menjadi pokok permasalahan dan beban Pemerintah Daerah Kabupaten Nunukan. Oleh sebab itu harus dilakukan pengentasan buta aksara, sehingga mereka tidak terjerat dalam TPPO. 

"Buta hurup itukan kita berantas pendidikan dasarnya melalui kejar paket A, B, C. Jangan dibiarkan makanya perlu data kongkrit. Jadi jangan kita ngomong misalnya saya menyangka, saya mengira itu tidak bisa.  Harus berdasarkan sumber data misalnya dari Sumber daya perempuan,  dari Dinas Sosial, " ujarnya lagi. 

Fajar berharap agar tidak merekayasa data warga Nunukan maupun pendatang yang tidak memiliki pendidikan maupun pendatang yang tidak memiliki pendidikan maupun keadaan ekonomi lemah, hal ini dapat memaksimalkan informasi yang didapatkan dan menyampaikan pesan yang efektif kepada masyarakat. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar