Perdagangan Orang di Perbatasan Menjadi Perhatian

KBRN NUNUKAN : Perdagangan Orang merupakan fenomena kompleks yang terjadi di berbagai negara,  tidak terkecuali di Indonesia dengan mayoritas korbannya adalah perempuan dan anak. 

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra selaku Ketua Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang Muhammad Amin dalam pernyataan resminya mengatakan beberapa persoalan telah diidentifikasi sebagai faktor pendorong dari perdagangan orang,  seperti masih rendahnya tingkat pendidikan masyarakat dan meningkatnya angka putus sekolah. Tidak memadainya lapangan pekerjaan yang tersedia dibandingkan dengan angkatan kerja yang ada. Dan terjebaknya masyarakat dengan pola hidup serba instan dan konsumtif. 

"Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah dan menangani Tindak Pidana Perdagangan Orang, karena telah membentuk Gugus Tugas Pencegahan dan Perdagangan Orang secara resmi," jelasnya.  Selasa (25/1/2022).

Selain itu perdagangan orang juga merupakan perhatian banyak LSM di seluruh pelosok Nusantara. 

Muhammad Amin menyebutkan Perdagangan Orang yang tercatat pada tahun 2019 sebanyak 9 orang, tahun 2020 nol kasus, tahun 2021 sebanyak 4 kasus. Dalam upaya penanganan dan pencegahan perlu ada sinergi antar pendamping petugas pemberi layanan untuk mencegah dan menangani kasus TPPO dan penyelundupan pekerja migran. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar