Bos Cabul di Ancol, Modusnya Meramal

KBRN, Jakarta: Seorang bos perusahaan permodalan di Ancol berinisial JH (45) dilaporkan atas kasus pencabulan terhadap 2 karyawatinya. Mirisnya, kelakuan bejat JH dilakukan setiap hari di kantor terhadap 2 karyawatinya yang diketahui berinisial DF dan EFS.

Wakapolres Metro Jakarta Utara, AKBP Nasriadi mengatakan, bahwa modus operandi yang dilakukan tersangka terhadap korban ini dengan mengaku sebagai peramal.  

"Modus operandi dengan tersangka mengaku sebagai peramal atau orang pintar yang bisa meramal nasib orang dan rejeki seseorang," ujar Nasriadi, di Mapolres Metro Jakarta Utara, Selasa (2/3/2021).

Korban pertama dari bos perusahaan itu sudah bekerja sejak Maret sampai November. DF mendapatkan sebuah rayuan dengan akan meramal dan sebagainya.

"Tetapi ada unsur pemaksaan dengan cara menyentuh bagian vital atau organ sensitif di tubuh korban dan ini dilakukan sering artinya sudah banyak sekali," kata Nasriadi.

Sementara sekretaris kedua yaitu EFS (22) yang masuk sekitar bulan September juga diperlakukan hal yang sama. 

"Kedua korban ini tidak berani melawan karena tersangka sering membawa senjata tajam di pinggangnya. Takut menjadi korban pembunuhan akhirnya mereka pasrah," ucap Nasriadi.

"Dan ketika mereka di ajak mandi bareng artinya untuk membuka aura atau untuk membuka hal hal positif di tubuhnya, kemudian ditolak oleh kedua korban ini," lanjut Nasriadi. 

Tidak terima dengan perlakuan sangat bos, keduanya pun memutuskan untuk mengundurkan diri dari perusahaan pada bulan Oktober tahun lalu. 

"Di sampaikanlah bahwa saya sering menjadi korban pelecehan oleh si bos tadi saudara DF. Nah yang bersangkutan juga mengatakan berarti saya juga,  akhirnya kedua korban ini sama-sama melakukan pelecehan dan jadi korban brutal bosnya tersebut.  Sehingga mereka berdua pada bulan oktober sama sama resign dan melaporkan ke polres Jakarta Utara," jelas Nasriadi. (Buy) 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00