Tangerang Marak Peredaran Tramadol dan Excimer Ilegal

Barang bukti obat keras daftar G jenis tramadol dan excimer di wilayah hukum Polresta Tangerang Kabupaten (Aen/RRI)

KBRN, Kabupaten Tangerang: Wilayah hukum Polresta Tangerang Kabupaten menjadi pusat peredaran obat ilegal, atau obat-obatan keras daftar G jenis tramadol dan excimer, dimana penjualnya berkedok toko kosmetik.

Salah satunya terbongkar di Kampung Bugel, Desa Pangadegan, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten.

Kapolresta Tangerang Kabupaten, Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro, menjelaskan, penggerebekan itu berawal dari informasi masyarakat yang resah dengan seringnya para remaja khususnya laki-laki yang hilir-mudik di toko itu.

Warga yang resah dan curiga kemudian melaporkannya ke polisi.

Pengedar obat ilegal diamankan polisi (Aen/RRI)

"Saat didatangi petugas, ternyata benar toko itu sering mengedarkan obat-obatan keras daftar G jenis tramadol dan excimer," ujar Wahyu kepada rri.co.id di Tangerang, Minggu (28/2/2021).

Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan 350 butir tramadol dan 1.775 butir pil obat jenis excimer.

Polisi pun kemudian membawa terduga pelaku yakni, seorang pria berinisial RS berusia 25 tahun berikut barang bukti untuk kepentingan penyelidikan.

“Atas perbuatannya, terduga pelaku dikenakan Pasal 196 juncto Pasal 197 Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman 10 sampai 15 tahun penjara,” terangnya.

Sebelumnya diberitakan, peredaran barang haram yang berkedok toko kosmetik menjamur di Kabupaten Tangerang, Banten.

Terbukti, sebuah ruko di Desa Dukuh, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, digerebek polisi, lantaran menjual obat daftar G jenis Excimer dan Tramadol.

Kapolresta Tangerang Kabupaten, Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro menerangkan, terbongkarnya penjualan obat daftar G ilegal itu berkat adanya informasi dari masyarakat yang curiga karena di toko kosmetik itu kerap didatangi sejumlah remaja yang kebanyakan pria.

Merasa ada yang janggal, sambung Wahyu, warga kemudian melaporkannya ke polisi.

“Setelah melakukan pendalaman, polisi kemudian meyakini bahwa toko itu bukanlah menjual kosmetik, melainkan menjual obat keras daftar G,” ujarnya kepada rri.co.id, Jumat (5/2/2021) malam.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00