Kecanduan Judi Online, Warga Tangerang Rampok Pickup

Kapolresta Tangerang Kabupaten, Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro menunjukan barang bukti pencurian pickup

KBRN, Kabupaten Tangerang: Warga Kampung Ketos, Desa Sindang Sari, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten berinisial AK diringkus polisi. Pasalnya, pria 36 tahun itu diduga nekat melakukan aksi perampokan mobil pickup karena kecanduan judi online.

Kapolresta Tangerang Kabupaten, Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro mengatakan, aksi pencurian dilakukan dengan kekerasan. Padahal korban beriniaial GS dengan terduga pelaku saling kenal. 

Dia menjelaskan, terduga pelaku, nekat berbuat demikian karena membutuhkan uang lantaran terlilit utang judi online dengan menggadaikan sertifikat rumah.

“Kenekatannya karena pelaku terlilit utang judi online,” ujarhya kepada rri.co.id, Senin, (15/2/ 2021). 

Sebelum melancarakan aksinya, terduga pelaku terlebih dahulu berpura-pura ingin menyewa mobil kepada korban dengan alasan ingin membawa barang-barang pindahan rumah di Desa Gintung, Kecamatan Sukadiri. Sebelumnya terduga pelaku meminta lepas kunci namun korban menolak.

Wahyu mengungkapkan, sebelum ke Sukadiri, tersangka terlebih dulu meminta diantar untuk menjemput temannya berinisial S yang masih maauk daftar pencarian orang (DPO) di Kampung Ilat, Desa Pangadegan, Kecamatan Pasar Kemis.

“Terduga pelaku AK dan S bersama korban pergi menuju Desa Gintung. Saat sampai pelaku S ambil satu bongkahan batu lalu disimpan di dalam mobil dan pelaku bilang bahwa barang pindahannya sudah dibawa dengan mobil lain,” terangnya.

Setelah itu, lanjut Wahyu, terduga pelaku mengajak korban untuk mengambil limbah di Kampung Ketos, Desa Sindang Sari, Kecamatan Pasar Kemis. 

Sesampainya di Tempat Kejadian Perkara (TKP) tersangka menyuruh korban untuk berhenti, saat itu juga terduga pelaku AK langsung memukul kepala korban berkali-kali menggunakan batu yang sudah disiapkan oleh terduga pelaku S.

“Korban pingsan dengan luka terbuka di bagian kepala berlumur darah. Lalu kedua pelaku membawa mobil milik korban untuk digadai,” ucapnya.

Selain menangkap pelaku AK di Kampung Sarakan, Desa Pisangan Jaya, Kecamatan Sepatan, polisi juga menangkap terduga pelaku lainnya, yakni J yang merupakan penadah barang curian di wilayah Jakarta Utara.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, terduga pelaku AK dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dan Kekerasan dengan ancaman hukuman penjara 12 tahun. Sedangkan tersangka J dijerat dengan Pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. (Buy) 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00