Prostitusi Remaja, Gadis Belia Direkrut Lewat Sosmed

Barang bukti yang berhasil disita petugas dari para gadis belia yang dijerat menjadi pekerja seks oleh terduga mucikari (Ryan/RRI)

KBRN, Jakarta: Kapolsek Tanjung Priok, Kompol Hadi Suripto, mengatakan, dalam kasus prostitusi anak di bawah umur yang baru saja terungkap, terduga mucikari merekrut gadis-gadis belia bahkan remaja (di bawah umur) dari kafe (kedai kopi modern) maupun media sosial (medsos).

Dan mereka nantinya akan diarahkan mengikuti pesanan para lelaki hidung belang untuk asusila berbayar.

Rilis kasus di Mapolsek Tanjung Priok

"Jadi perekrutannya sebenarnya ini antar pergaulan saja. Mereka ini nongkrong di kafe-kafe lalu mereka mendapat job dari mucikari untuk om-om (penyewa) lalu mereka jalankan," kata Hadi di Mapolsek Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (27/1/2021). 

BACA JUGA: Pria Hidung Belang Bersama PSK Bawah Umur

Menurut Hadi, dalam perekrutan ini, pihak mucikari dengan para gadis belia tersebut memiliki perjanjian tertentu untuk tarif setiap pelayanan.

Dan perlu digarisbawahi juga, dalam proses perekrutan, mucikari tidak bekerja sendiri. 

"Soal siapa saja yang terlibat masih kami dalami, dan tarif ataupun bayaran itu tergantung dari kesepakatan," tutur Hadi. 

Untuk proses ke depannya, Hadi menuturkan, pihaknya telah bekerja sama dengan LPAI untuk melakukan terapi psikis kepada empat pekerja seks di bawah umur yang berhasil diselamatkan petugas. 

Atas perbuatannya, mucikari atas nama Rama (19) dituntut dengan Pasal 8 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, Pasal 2 ayat 1 dan ayat 2 undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang pemberantasan TPPO. 

"Dengan pidana penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama 15 tahun, dan denda pidana paling sedikit Rp120 juta dan paling banyak Rp600 juta. Sementara soal sanksi bagi pemesan, masih dalam pendalaman," jelas Hadi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00