Asusila Halte Senen: Motif Didalami, Kejiwaan Diperiksa

MA (21) terduga pelaku asusila (kaos hitam) digelandang ke Kantor Mapolres Metro Jakarta Pusat (Eko Sulestyono)

KBRN, Jakarta: Seorang perempuan beinisial MA (21) yang diduga sebagai salah satu pelaku perbuatan asusila (mesum) di kawasan Senen, Jakarta Pusat, ditangkap dan diamankan polisi.

Tersangka MA hingga saat ini masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Senen, Jakarta Pusat, terutama menganai motif yang bersangkutan melakukan perbuatan itu.

Dan ke depannya bakal melakukan tes kejiwaan terhadap MA.

Kapolsek Senen Kompol Ewo Samono mengatakan, menurut pengakuan yang bersangkutan (MA), dirinya memang bukanlah Pekerja Seks Komersial (PSK).

BACA JUGA: Asusila Halte Senen, Perempuan Tertangkap di Menteng

Namun polisi tentu saja tidak percaya begitu saja pengakuan pelaku mesum yang sempat menghebohkan karena videonya sempat viral. 

“Ya Itu kami sedang lakukan pemeriksaan (pendalaman apa motifnya) terhadap yang bersangkutan (MA), kenapa dia nekat melakukan (perbuataan asusila) di pinggir jalan tersebut (di tempat umum),” kata Ewo Samono dalam jumpa pers di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Kemayoran, Senin (25/1/2021).

Menurut Ewo, MA bukanlah PSK, namun Ewo menduga MA telah menerima imbalan sejumlah uang Rp22.000 dari pelaku laki-laki setelah melakukan perbuatan mesum asusila (oral seks) di tempat umum. 

“Ya, menurut pengakuannya, wanita tersebut mendapat imbalan kurang-lebih Rp 22 ribu. (Uangnya digunakan) untuk jajan, jadi katanya bukan PSK,” jelasnya. 

Polisi juga menyebut bahwa MA melakukan perbuatan mesum itu dalam kondisi sadar.

BACA JUGA: Perempuan Terduga Asusila di Senen Jadi Tersangka

Saat itu MA tidak dalam pengaruh minuman keras (miras) maupun narkotika dan obat-obatan terlarang (natkoba). 

“Ya seperti itu (sadar). Kalau dari hasil pemeriksaan di kantor kami, dia (MA) tidak terpengaruh alkohol maupun narkoba," terangnya.

Ewo mengatakan, pihakmya rencananya juga akan melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kejiwaan pelaku apakah yang bersangkutan mengalami gangguan kejiawaan (psikis). 

“Nanti setelah usai gelar perkara (riliis), yang bersangkutan (MA) akan kita periksa kondisi kejiawaannya di Rumah Sakit (RS),” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00