Jaringan Teroris Aceh Berprofesi ASN Hingga Pengusaha

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy. Foto : RRI/Munjir

KBRN, Banda Aceh: Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, menangkap lima terduga teroris di sejumlah lokasi di wilayah Aceh, dalam operasi yang berlangsung sejak sepekan terakhir.

Terungkap fakta, jaringan teroris ini berkamuflase dengan berbagai profesi, mulai dari ASN hingga pengusaha cafe. 

"Kelima terduga teroris yang diamankan itu berprofesi berbeda-beda," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy di Banda Aceh, Senin (25/1/2021). 

Winardy mengatakan, kelima terduga teroris itu ditangkap di Kota Langsa, Banda Aceh dan di Aceh Besar pada tanggal 20 dan 21 Januari 2021. 

"Terduga teroris ini masing-masing berinisial UM alias AA alias TA, inisial SA alias S, inisial SJ alias AF, inisial MY dan inisial RA," jelas Winardy. 

Dikatakan Winardy, Terduga teroris berinisial UM alias AA alias TA berprofesi sebaga pedagang buah-buahan. Sementara terduga berinisial SA alias S memiliki profesi swasta atau tukang. 

Kemudian terduga inisial MY berprofesi wiraswasta memiliki usaha perikanan dan cafe. Sementara terduga inisial RA berprofesi sebagai swasta/tukang."Terduga teroris berinisial SJ alias AF berprofesi sebagai ASN di Pemkab Aceh Timur," bebernya. 

Kabid Humas Polda Aceh mengatakan, salah satu dari terduga teroris dalam jaringan ini memiliki keahlian dalam merakit bom. Para terduga teroris ini juga sedang merencanakan aksi pengeboman di wilayah Aceh dengan sasaran TNI, Polri hingga pusat pemerintah. 

Selain itu, Densus 88 juga mengamankan barang bukti seperti pipa, pupuk Kalium Nitrat, 250 gram The Organic Stop Actived Charcoal (Bubuk Arang Aktif), 1 botol (2000 pcs) peluru gotri silver cosmos 6mm, paspor, buku Tauhid, ISIS beberapa catatan rencana aksi teror dan ancaman, compack disc, flasdisk dan alat latihan bela diri. 

"Berdasarkan pemeriksaan, terduga teroris ini juga bagian dari jaringan yang melakukan aksi bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan Sumatera Utara pada November 2019 lalu," sebut Winardy.  

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00