Kelompok Teroris Aceh Perakit Bom Mapolrestabes Medan

KBRN, Banda Aceh : Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy mengatakan, salah satu dari lima terduga teroris yang ditangkap di Aceh pada 20-21 Januari memiliki keahlian untuk merakit bom.

Mereka juga pembuat bom bunuh diri dalam aksi serangan di Mapolrestabes Medan pada November 2019 lalu.

“Berdasarkan pemeriksaan, terungkap bahwa kelompok terduga teroris yang ditangkap adalah jaringan teroris yang melakukan aksi teror bom bunuh diri di Polrestabes Medan,” kata Winardy di Mapolda Aceh kepada wartawan, Sabtu (23/1/2021).

Menurut Winardy, kelompok terduga teroris ini telah merakit sejumlah bom untuk melakukan aksi serangan di sejumlah wilayah seperti di Medan dan Riau. Selain itu, mereka juga berencana untuk melakukan aksi pengeboman di Aceh.

“Mereka juga merencanakan akan melakukan aksi teror bom di Aceh dan beberapa lokasi lainya. Sasaran mereka adalah TNI, Polri dan pemerintah," ujarnya. 

Seperti diketahui, Densus 88 anti teror menangkap lima orang terduga teroris, kelima orang tersebut adalah RA dan SA di kecamatan Blang Bintang Aceh Besar pada Rabu tanggal 20 Januari.

Kemudian pada Kamis tanggal 21 Januari tim Densus menangkap  UM alias AZ di Kecamatan Ule Kareng Kota Banda Aceh. Selanjutnya pada Kamis malam, tim Densus kembali menangkap dua orang lainya yaitu berinsial SJ dan MY di Kota Langsa.

“Dari kelima terduga teroris yang ditangkap, satu orang berinisial SJ merupakan seroang PNS yang bekerja di Pemkab Aceh Timur,” sebut Winardy.

Dari penangkapan ke lima terduga pelaku teroris ini tim densus 88 mengamankan sejumlah barang bukti bahan baku untuk merakit bom diantaraya seperti pupuk Kalium Nitrat, bubuk arang aktif, dua ribu peluru gotri dan Beberapa potongan pipa besi.

“Kelima terduga teroris ini terafiliasi dengan jaringan ISIS dan akan berencana berangkat ke AFganistan, karena kita juga menyita sejumlah paspor,” kata Winardy.

Kini Densus 88 masih melakukan pemeriksaan terhadap lima terduga teroris yang ditangkap. Densus memiliki waktu selama 14 hari untuk melakukan pemeriksaan dan pengembangan kasus ini.

“Terduga teroris yang ditangkap saat ini diamankan di Mapolda Aceh dan mereka akan dibawa ke Jakarta,” pungkas Winardy.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00