Gaet Influencer, Kapolri Baru Akan Tertibkan 'Dumay'

Foto: (Dok Antara Foto/Dok pribadi Ajo Wayoik)

KBRN, Jakarta: Sebagai optimalisasi kampanye siber guna meningkatkan kesadaran etika bermedia sosial (medsos), calon Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo berencana membuat polisi dunia maya dengan melibatkan para influencer.

Menanggapi hal itu, influencer Sumatera Barat, Ajo Wayoik menyebut, rencana itu baik sebagai upaya mengedukasi para warga net agar tidak sembarang saat berselancar di dunia maya dengan aneka konten yang berseliweran di jaringan medsos.

"Selama ini polisi sesuai dengan UU ITE masih tampak hanya sebagai menakut-nakuti warga net. Seolah olah ciber crime hanya menjadi penghalang ekspresi masyarakat.Dengan merangkul influencer, maka diharapkan menjadi sinyal positif, polisi bukan menghalangi kebebasan berekspresi, cuman lebih sebagai penjaga keamanan dan ketertiban di media sosial. Menjaga etika bermedsos itu adalah artinya menjaga ketertiban," kata Ajo Wayoik pria dengan nama lahir Muhammad Fadhli ini kepada RRI.co.id.

Selain itu, kata Ajo Wayoik, dengan merangkul influencer, polisi juga dapat memperbaiki citra negatif polisi di tengah masyarakat.

"Jadi polisi yang selama ini terkesan kurang baik dapat dihilangkan," sebutnya.

Ajo Wayoik mengusulkan, nantinya Kapolri dapat membuatkan satu organisasi resmi influencer tersebut dan dapat dihidupkan hingga ke semua kabupaten kota di Indonesia.

"Dalam merangkul itu dapat dibuatkan suatu wadahnya, misalkan influencer mitra Polri, dan itu tidak usah banyak-banyak, per kabupaten kota cukup satu orang. Karena menariknya dengan satu postingan dapat menarik ribuan atau ratusan ribu orang. Diasuh oleh satu orang Kapolres," usulnya. 

"Artinya Polri ini benar-benar harus kembali menjadi milik masyarakat. Tentu ini tergantung siapa Kapolrinya, karena memang polisi satu komando. Kalau memang Polri ini merasa bekerja untuk masyarakat, maka masyarakat lah yang sebenarnya menjadi mitranya, bukan pak bupati, pak walikota, atau pak gubernur," sambungnya menutup.

Sebelumnya Komjenpol Listyo berencana akan merangkul para influencer untuk membentuk polisi dunia maya.

"Tanpa menutup ruang kreativitas disertai dengan pelibatan polisi dunia maya atau virtual police," ujar Listyo ketika menjalani fit and proper test sebagai calon tunggal Kapolri di Komisi III DPR RI, Rabu (20/1/2021) lalu.

Nantinya, lanjut Listyo, influencer yang mempunyai followers banyak akan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai etika bermedsos.

"Melibatkan influencer yang mempunyai followers cukup banyak untuk berikan edukasi tentang bagaimana beretika, berbudaya yang baik dalam penggunaan media sosial," jelasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00