Polres Payakumbuh Ungkap Kasus Pengedar Uang Palsu

KBRN, Payakumbuh: Satuan Reserse dan Kriminal Polres Payakumbuh, berhasil mengungkap kasus peredaran uang paslu, dengan mengamankan satu orang tersangka berinisial GT (26), di kediaman istrinya saat tersangka masih tertidur.

Diketahui, tersangka tersebut merupakan warga Jorong Indo Baleh, Nagari Mungo, Kecamatan Luak, Kabupaten Limapuluh Kota, ditangkap pada Rabu (20/1/2021) kemaren, sekitar pukul 21.30 WIB.

Kasat Reserse dan Kriminal Polres Payakumbuh AKP Mochamad Rosidi, dalam keterangan persnya, Kamis (21/1/2021), mengatakan tersangka telah melakukan tindak pidana mengedarkan dan/atau membelanjakan rupiah yang diketahuinya merupakan rupiah palsu.

“Berdasarkan introgasi penyidik Polres Payakumbuh, tersangka telah membelanjakan uang palsu tersebut di berbagai tempat, diantaranya di Kelurahan Padang Tiakar Hilir dipergunakan untuk membeli hand phone. Di Kelurahan Payobada Kecamatan Payakumbuh Timur Kota Payakumbuh. Belanja Kelurahan Tanjung Gadang Kecamatan Payakumbuh Barat,” jelasnya.

Berikutnya ulas Mochamad Rosidi, tersangka juga dua kali belanja di Nagari Sarilamak Kabupaten Limapuluh Kota, dukali belanja di Gaduik Kabupaten Limapuluh Kota, dua kali belanja di Kelurahan Pakan Selasa Kecamatan Payakumbuh Timur Kota Payakumbuh.

“Kemudian, lima kali belanja di Koto Nan Ampek Kecamayan Payakumbuh Barat. Membeli sepeda motor di Guguak Kabupaten Limapuluh Kota. Membeli handphone di Kelurahan Balai Nan Duo dan Payolansek Kecamatan Payakumbuh Barat Kota Payakumbuh,” ungkapnya.

Dari tangan tersangka sambung Mochamad Rosidi, polisi juga menyita 19 lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu, 8 lembar uang palsu pecahan Rp50 ribu, dan satu lembar uang palsu dengan pecahan Rp20 ribu.

Kemudian, 1 unit printer merek Canon Pixma seri MP 287 warna hitam lengkap dengan foto copy. 1 unit handphone merek Xiomi Note 5 warna putih gold. 1 buah gunting ganggang warna biru hitam. 38 lembar kertas ukuran A4 yang merupakan sisa dari bahan pembuatan uang palsu.

Selanjutnya, 3 lembar kertas ukuran A4 yang sudah diprint gambar uang pecahan Rp 50ribu. Dan 1 unit sepeda motor merek Jupiter dalam keadaan trondol.

Mochamad Rosidi menambahkan, sesuai aturan masyarakat dilarang mengedarkan dan/atau membelanjakan rupiah yang diketahuinya merupakan rupiah palsu, dan atau turut serta melakukan perbuatan itu. Sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 36 ayat (3) Jo pasal 26 ayat (3) Undang-undang nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang Jo pasal 245 K.U.H.Pidana. (Foto : Humas Polres Payakumbuh)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00