Buntut Swab Palsu, Sistem Digital Diterapkan Februari

Polisi mengungkap kasus sindikat pemalsu surat bebas Covid-19 di Bandra Soetta, Tangerang

KBRN, Tangerang: Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Bandara Soekarno Hatta, Darmawali Handoko menuturkan, ke depannya pihaknya akan menerapkan sistem digital terkait dengan surat bebas Covid-19. 

Tujuannya untuk meminimalisasi kejadian pemalsuan rapid test antibody, antigen dan swab test. Hal tersebut berkaca dari diamankannya 15 orang sindikat pemalsu oleh polisi.

“Ke depan seluruh pelayanan kesehatan yang akan mengeluarkan hasil PCR (rapid test-swab test, Red) harus terdaftar di dalam sistem. Mereka harus mengunggah hasil tesnya. Jadi kami tidak akan berupa manual lagi. Kita validasi berupa digital,” ucap Darmawali kepada rri.co.id di Mapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Senin (18/1/2021).

Dengan demikian, Darmawali menjelaskan, nantinya yang hanya bisa mengupload surat hasil tes swab adalah faskes-faskes yang telah terdaftar. Dari situ, secara otomatis bisa melakukan validasi terhadap hasilnya, positif atau negatif, serta masih atau tidaknya masa berlaku surat. 

“Itu bisa mengurangi kemungkinan adanya pemalsuan. Rencananya Februari sudah mulai,” lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 15 terduga pelaku pemalsuan surat hasil rapid test antibody, antigen dan swab test di Terminal 2, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten berhasil diringkus polisi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, mayoritas pelaku adalah calo tiket yang selama ini beraktifitas di Bandara Soekarno Hatta.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00