Dirazia, Karoke Ngaku Tempat Ibadah

Suasana tempat karoke saat dirazia petugas kabungan dari Muspika Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang

KBRN, Kabupaten Tangerang : Tempat hiburan malam yang berada di kawasan Gading Serpong, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang tidak terima saat dirazia oleh petugas gabungan. Alhasil, Kapolsek Kepala Dua, AKP Muharam Wibisana beserta Kepala Unit (Kanit) Reskrim Iptu Agam Tsaani dilaporkan ke bagian Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri. Keduanya dilaporkan atas dugaan arogansi dan ketidakprofesionalan dalam menjalankan tugas. 

Mantan Kasat Reskrim Polres Tangel itu dilaporkan oleh pelapor yang diketahui bernama I Gusti Agung Sutan, dengan surat bernomor SPSP2/12/I/2021/BAGYANDUAN. Pelapor menduga, keduanya telah melakukan penghinaan terhadap agama dan tempat ibadah saat melakukan operasi pada malam tahun baru tersebut. 

Dikonfirmasikan, Kapolsek Kelapa Dua, AKP Muharam Wibisana membenarkan adanya laporan kepada dirinya. Namun, dia membatah telah melakukan aksi arogansi. 

Ia menyatakan, yang dilakukannya sudah sesuai dengan ketentuan. Saat itu, ia bersama Muspika Kelapa Dua melakukan operasi pelaksanaan pengawasan dan penindakan ketentraman dan ketertiban umum terhadap aktivitas tempat usaha dan aktivitas masyarakat saat menyambut Tahun Baru 2021. 

"Kita melakukan pengecekan tempat hiburan malam yang nekat beroperasi saat malam tahun baru. Kebetulan saat lewat di depan Mbargo ada suara musik, akhirnya kita mencoba masuk. Kita dapati sejumlah orang ada di klub malam tersebut," ujar Wibi saat dikonfirmasi rri.co.id, Sabtu (16/1/2021). 

Saat menjalankan operasi tersebut, Wibi beserta jajarannya menyisir seluruh ruangan. Namun, ternyata terdapat satu ruangan yang disebut pelapor merupakan tempat ibadah. Hal itulah yang menjadi dasar dirinya dilaporkan. 

"Tidak ada tempat ibadah, kita sisir semua ruangan yang berbentuk seperti room (ruangan, Red) karaoke.  Itu sebagai antisipasi jangan sampai malah ada yang pesta narkoba," tuturnya. 

Meski demikian, Wibi menyatakan,  dirinya siap memberi pernyataan dan klarifikasi terkait pelaporan tersebut. “Ya kita akan berikan penjelasan kepada pihak Propam terkait operasi tersebut. Intinya kami dari Muspika melakukan patroli tempat hiburan malam yang buka pada malam tahun baru sesuai dengan ketentuan yang ada," pungkasnya.

Diketahui, razia tempat hiburan malam Mbargo pada malam tahun baru Kamis (31/12/2020) lalu oleh Forum Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00