Dirampok, Pengemis Lansia Sebut Uang untuk Kafan

Makmur Korban Begal dua Pemuda di Kediamannya di Kelurahan Bataraguru tak jauh dari Pertamina H.Karim,(Dok.RRI)jpg

KBRN, Baubau: Satreskrim Polres Baubau berhasil menangkap satu dari dua perampok di depan Bank Sultra, Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Bataraguru, Baubau, pada Sabtu,(28/11/2020) malam.

Bahkan, korban perampokan adalah laki-laki lanjut usia (lansia). Korban bernama Makmur (70) yang sehari-hari mengaku sebagai pengemis. Aksi perampokanl dua pelaku terekam CCTV dan viral di media sosial.

"Pelaku diamankan di Pantai Kamali bersama barang bukti sepeda motor yang digunakan saat merampas tas korbannya. (Dua, red) pelaku berdomisili di Baubau,” kata Kasat Reskrim Polres Baubau AKP Reda Irfanda di Baubau, Sulawesi Utara, Minggu (29/11/2020).

Dia mengatakan, saat ini para pelaku masih dimintai keterangan dalam pengembangan kasus guna mengatahui motif, dan keberadaan pelaku lainnya.

Terpisah, Makmur sebagai korban menjelaskan, kejadian bermula saat kedua pelaku menghampirinya dan mengajaknya makan.

Tapi, kata Makmur, ia mulai curiga karena dua pelaku terus terpaku pada tas miliknya. Selang beberapa detik, para perampok langsung merampas tas berisi uang pecahan hasil mengemisnya selama sebulan.  

"Sempat saling tarik. Tapi, saya terhempas ke aspal. Sempat mereka (pelaku begal, red) bilang 'banyak uang ya, pak!' Saya bilang, hanya uang seribu-seribu ini,” ungkap Makmur menirukan percakapannya dengan para perampok.

Atas penangkapan salah satu pelaku, Makmur pun bersyukur dan berharap dihukum setimpal.

“Mudah-mudahan dikasih tobat supaya mereka sadar,” kata Makmur.

Makmur mengakui uang mengemisnya digunakan untuk bertahan hidup.

"Karena tidak ada peluang lagi untuk saya bekerja. Saya juga persiapkan untuk membeli kain kafan saat ajal menjemput," kata Makmur dengan bergetar.

Peristiwa perampokan itu juga telah membuat tubuh Makmur mengalami sakit di bagian punggung kanan. Itu, kata dia, karena sempat terjatuh sejauh 1 Meter ketika perampok menarik tas berisi uang miliknya.

Kejadian perampasan bukan pertama kali dialaminya, namun insiden tersebut pernah berulang di Kotamara. Saat itu, Makmur mengatakan, uang yang berhasil dikumpulkan selama berbulan-bulan senilai hampir Rp2 juta juga raib dibawa kabur perampok.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00